Berita

Sapi yang terinfeksi Lumpy skin/Net

Dunia

Puluhan Ternak di Provinsi Ghazni Afghanistan Mati karena Terinfeksi Lumpy Skin

SELASA, 06 SEPTEMBER 2022 | 13:58 WIB | LAPORAN: ABDUL MANSOOR HASSAN ZADA

Penyakit kulit pada hewan ternak berbentuk benjolan yang dikenal dengan nama Lumpy skin telah membunuh puluhan ternak sapi di beberapa kabupaten di Provinsi Ghazni.

Pejabat lokal mengatakan, sejak sepekan lalu penyakit itu telah menginfeksi ratusan ternak. Dikhawatirkan semua ternak akan mati.

Sumber menekankan bahwa tingkat penyebaran penyakit ini di Ghazni sangat tinggi dan jumlah sapi yang sakit meningkat setiap hari. Ini tentu saja  menyebabkan kerugian finansial yang sangat besar bagi penduduk Ghazni.


Menurut informasi dari sumber lokal, pemerintah lokal Taliban di Ghazni telah lalai dalam mencegah penyebaran penyakit ini lebih lanjut dan bahkan belum meluncurkan program kesadaran yang bertujuan untuk mencegah hilangnya hewan lebih lanjut.

Lumpy skin disease (LSD) adalah penyakit virus yang disebabkan oleh virus penyakit kulit  lumpy  dari genus  capripoxvirus dalam famili poxviridae  .

Penyakit ini dicirikan dengan adanya nodul-nodul berdiameter dua lima sentimeter yang keras pada kulit di hampir seluruh bagian tubuh,  terutama di sekitar kepala, leher, tungkai, dan alat kelamin. Benjolan tersebut berangsur-angsur terbuka seperti luka besar dan dalam.

Dua alasan utama penyebarannya adalah perbanyakan vektor seperti lalat rumah, kutu serta nyamuk selama bulan-bulan monsun dan pergerakan ternak liar yang tidak terbatas.

Sumber-sumber lokal di provinsi Logar dan Paktia, di Afghanistan timur, mengatakan bahwa lebih dari 600 sapi telah mati akibat wabah penyakit virus kulit yang mematikan di antara ternak di dua provinsi ini selama bulan Agustus.

Seorang Profesor di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Kabul telah menggambarkan infeksi, yang disebabkan oleh virus Capripox ini, sebagai bahaya yang berkembang untuk ternak di seluruh dunia karena berbagi kesamaan genetik dengan virus yang menyebabkan cacar domba dan kambing.

Beberapa spesies nyamuk, kutu, dan serangga penghisap darah lainnya umumnya menyebarkan virus, menurut para ahli.

Sepanjang Juli dan Agustus, beberapa peternakan di India juga mengalami kasus yang sama. Ratusan hewan mati karena penyakit ini.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya