Berita

Istri Bripka AP/Net

Publika

Isteri AP Selingkuh, dalam Teori BAS dan BIS

SENIN, 05 SEPTEMBER 2022 | 13:12 WIB | OLEH: DJONO W OESMAN

BRIPDA AP menggerebek isteri, RP (23) ngamar hotel di Palembang bersama IM (24). "Ketangkap basah," kata Kapolsek Ilir Barat I Palembang, Kompol Roy A Tambunan ke pers, Kamis (1/9). Heboh.

Heboh, karena penggerebekan itu tersiar se-Indonesia. Media massa dan medsos. Dengan aneka komentar, mayoritas negatif.

Dua hari kemudian, RP minta maaf. Ditujukan kepada orang tua dan seluruh keluarga. Sekaligus menyampaikan penyebab ia selingkuh.


RP: "Saya istri dari Bripda Ade Pratama (Bripda AP). Sebelumnya saya meminta maaf kepada keluarga besar saya. Terutama keluarga ayah dan keluarga ibu saya. Karena saya sudah berbuat salah."

Dilanjut: "Saya minta maaf sebesar-besarnya, telah mencoreng nama keluarga besar saya."

Lantas RP menceritakan latar belakang perselingkuhan itu.

"Ini berawal dari kata-kata suami saya. Yang sering bilang sama saya, bahwa saya ini jahat. Sudah tidak cantik lagi."

Dilanjut: "Dia bilang, saya ini nggak laku lagi. Sebaliknya kalau dia, masih banyak gadis yang ngantre. Nah kalau saya, katanya, belum tentu bisa dapat perjaka lagi. Dan perkataannya itu terngiang-ngiang di otak saya."

Akibat sakit hati, RP mengontak teman sekolah, pria inisial IM. Dulu, IM adalah pacar RP. IM dikontak RP diajak ngamar di hotel.

Rencana RP ngamar diketahui suami, AP.

Kemudian AP lapor ke kesatuannya, Polres Banyuasin. Karena lokasi hotel berada di yuridiksi Polsek Ilir Barat, maka penggerebekan didampingi Kapolsek Ilir Barat I, Kompol Roy.

Kompol Roy: "Dengan laporan itu, yang bersangkutan tidak menggerebek sendirian. Tapi kami dampingi. Menghindari hal tidak diinginkan." Akhirnya penggerebekan lancar. Tanpa kekerasan.

Permintaan maaf RP, pastinya sangat berat diucapkan. Apalagi, banyak orang Indonesia sulit meminta maaf.

Maka, permintaan maaf RP mengharukan publik. Manusia bisa salah. Jika sudah salah lalu minta maaf, secara ikhlas, menimbulkan simpati publik. Walaupun kata maaf tidak bisa mungkin menghapus tindakan amoral. Dan hukum.

Sesungguhnya, 'sulit minta maaf' bukan hanya milik orang Indonesia. Melainkan universal. Memberatkan  hati. Bagi semua bangsa di dunia.

Komponis dan penyanyi top dunia, Elton John, pada 1976 menciptakan dan menyanyikan lagu berjudul “Sorry Seems to be, the Hardest Word”. Penggalan liriknya, pada reff, begini:

“What I do to make you want me? What I got to do to be heard...

What do I say when it's all over? Sorry seems to be the hardest word
.”

Langsung, disambar melodi melengking tinggi.

Dr Joshua R. Guilfoyle dalam makalah ilmiahnya bertajuk, “Sorry, not sorry: The effect of social power on transgressors' apology and nonapology” (Januari 2022) melakukan riset tentang "maaf".

Dr Guilfoyle, pakar perilaku manusia. Risetnya dilakukan awal 2020 sebagai disertasi meraih gelar philosophy of doctor (Ph D) program studi psikologi di York University Toronto, Ontario, yang mendapat predikat sangat memuaskan, Agustus 2020.

Reaponden 128 mahasiswa- mahasiswi York University Toronto, Ontario. Usia rata-rata 20 tahun.

Hasil riset Guilfoyle kemudian terkenal. Jadi rujukan teori psikologi. Yakni, teori BAS (Behavioral Approach System) dan BIS (Behavioral Inhibition System).

BAS, intinya suatu sikap yang umumnya dimiliki orang yang senang berkuasa. Atau memang punya power di masyarakat. Biasa mengendalikan orang lain. Merasa lebih unggul dari orang lain, di segala bidang.

BIS, orang biasa. Tanpa power di masyarakat. Peka terhadap sinyal atau simbol yang dikirimkan orang lain atau masyarakat. Cenderung menerapkan sistem perilaku, menghambat emosi diri secara rasional. Jika bertindak salah mengaku salah, jika benar berani memperjuangkan kebenaran.

Gampangnya: BAS berpusat pada diri sendiri, abaikan orang lain. Sebaliknya BIS, bersikap peka terhadap sinyal yang dikirimkan orang lain.

Responden dibagi dua kelompok, A dan B.

Kelompok A diinstruksikan agar memikirkan, bahwa mereka punya kendali atas orang lain. Ditanamkan oleh peneliti, Kelompok A pegang kendali atas semua orang. Siapa pun bakal menurut pada mereka. Sebab, mereka adalah manusia unggul.

Kelompok B, diinstruksikan bahwa kehidupan mereka selalu dipantau masyarakat. Jangan sampai berbuat salah. Suatu kesalahan kecil saja, maka mereka bakal dihakimi masyarakat. Karena, hidup bermasyarakat harus peka terhadap sinyal yang dikirimkan orang lain. Sinyal bisa berupa komentar, bahkan caci maki.

Dua kelompok ini diuji dengan adegan yang sama. Bahwa suatu hari mereka (bersama pasangan, atau pacar) menghadiri pesta dansa. Di tengah keriuhan pesta, responden diinstruksikan selingkuh. Mencari pasangan lain, meninggalkan (secara diam-diam) pasangan semula.

Kemudian terjadi kacau. Pasangan awal marah kepada responden. Menyeret responden keluar ruangan pesta. Di luar, responden diadili oleh pasangan, karena sudah selingkuh.

Hasilnya: Kelompok A tidak mengaku salah. Berbelit-belit. Menuduh orang lain mengajaknya selingkuh. Mencari aneka pembenaran. Bahkan, ada yang berbalik menyalahkan pasangan awal: "Mengapa kamu menghilang? Sehingga aku terpaksa cari pasangan lain."

Kelompok B, langsung mengakui salah. Meminta maaf. Dengan tulus. Berjanji tidak akan mengulangi salah lagi. Itu membuat pasangan awal terharu. Lantas, mereka berpelukan.

Kelompok A adalah BAS. Kelompok B adalah BIS.

Guilfoyle dalam disertasinya: "Individu dengan orientasi BAS cenderung tidak memperhatikan korbannya. Tidak sadar, sudah menyakiti orang lain. Bahkan, tidak peduli pada orang lain."

Individu BAS, adalah pembuat kesalahan, sekaligus ingin melindungi citra mereka sebagai orang tidak bersalah. Kompensasinya, mencari cara melimpahkan kesalahan kepada orang lain.

Sebab, individu BAS punya kekuasaan tinggi. Atau orang yang merasa punya kekuasaan tinggi. Menganggap orang lain rendah, yang selalu bisa dikontrol oleh BAS. Dengan cara apa pun.

Sebaliknya, BIS yang diinstruksikan, bahwa hidup manusia selalu terkait dengan orang lain, kapan pun di mana pun, maka langsung mengakui salah. Minta maaf.

Kesimpulan riset, Guilfolye mengatakan, setiap orang bisa berorientasi jadi BAS atau BIS. Terserah setiap individu. "Konsepnya seperti hasil riset tersebut," kata Guilfoyle.

Persis, seperti lagu Elton John di atas. Tak beda dengan kasus RP, terpaksa meminta maaf, walau sangat berat.

Kelompok musik Slank, pada 1990 membikin lagu bertajuk "Maafkan". Judulnya pendek, tapi mantap. Dalam irama slow rock. Menghentak, melengking tinggi. Menggambarkan penyesalan.

Penggalan lirik, pada reff, begini:

Maafkanlah aku... Acuhkan dirimu... Waktu pertama kali tersenyum padaku.

Maafkanlah aku... Jejali dirimu dengan segala kisah sumpah serapahku.

Penulis adalah wartawan senior

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya