Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dikirim Bantuan Tambahan Sebesar Rp 640 Miliar, Pakistan: China adalah Teman Sejati

SENIN, 05 SEPTEMBER 2022 | 06:58 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

China akan kembali mengirimkan bantuan sebesar 300 juta yuan atau setara dengan Rp 640 miliar untuk Pakistan yang masih dilanda banjir dahsyat, dengan korban jiwa mencapai 1.290 orang.

Komitmen itu disampaikan oleh Ketua Badan Kerjasama Pembangunan Internasional China (CIDCA) Luo Zhaohui ketika melakukan konferensi video dengan Ketua Otoritas Manajemen Bencana Nasional Pakistan (NDMA) Akhtar Nawaz pada Sabtu (3/9).

Luo mengatakan bahwa China benar-benar berempati dengan Pakistan, yang menderita banjir terparahnya dalam beberapa dekade.


Ia juga meminta agar Pakistan membuat daftar apa yang paling mereka butuhkan saat ini, agar kebutuhan tersebut dapat sesegera mungkin sampai ke tangan orang-orang yang membutuhkan.

Lebih lanjut, Luo mengatakan Beijing tidak akan lupa dengan kebaikan Pakistan yang pernah menyumbangkan semua tenda daruratnya ke China dalam gempa Wenchuan, yang menewaskan sedikitnya 69.000 orang di Provinsi Sichuan, China Barat Daya pada 2008 silam.

Atas seluruh bantuan yang diberikan ini, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengungkapkan rasa terima kasih yang tinggi atas paket bantuan China sebesar 400 juta yuan, yang naik dari 100 juta yuan.  

"Ini adalah cerminan dari ikatan persahabatan kami yang unik. Dukungan ini akan membantu memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan kepada orang-orang," tulis Shehbaz dalam akun Twitter-nya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Akhtar.

“Teman yang membantu kita saat kesusahan adalah teman sejati,” ujar Akhtar.

Pekan lalu, China telah mengirimkan bantuan sebesar 100 juta yuan dan 3.000 tenda ke Pakistan yang dikirim melalui pesawat militer. Selain itu 200 ton bawang juga akan dikirimkan oleh China, diperkirakan dalam waktu seminggu bantuan tersebut akan tiba di sana.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya