Berita

Potongan video suami mencekik istrinya yang dalam proses pemulihan kanker/Repro

Nusantara

Suami di Sunter Tega Cekik Istri yang Baru Pulih dari Kanker

MINGGU, 04 SEPTEMBER 2022 | 22:09 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Perbuatan tidak terpuji dilakukan oleh seorang suami (AH) yang tega mencekik dan memukul istrinya (NC) yang tengah dalam proses penyembuhan kanker. Aksi kekerasan AH itu direkam sendiri oleh istinya.

Dalam video yang diterima, seorang asisten rumah tangga (ART) alias pembantu berusaha melerai aksi kekerasan AH terhadap istrinya NC. Pembantu berbaju kuning itu berusaha mengevakuasi majikan perempuannya ke dalam rumah.

Dalam dua video yang direkam sang istri, tampak sang suami yang mengenakan kaos berwarna gelap duduk di belakang setir mobil. Ia menatap istrinya dengan sinar mata marah.


“Kenapa lu selalu mau bunuh orang? Kamu lukai aku terus. Tahu nggak? Ayo ada saksi. Kenapa kamu nggak berani. Kalau hanya berdua kamu selalu jahati aku,” ujar sang istri yang mengenakan kaos hijau, dikutip dari mynews.id, Minggu (4/9).

Sang suami tanpa berkata apapun, dengan wajah semakin marah, keluar dari mobil dan mendatangi sang istri yang duduk di sisi kiri.

“Biarin aja, sampai sejahat apa kita rekam,” ujar sang istri kepada ART yang duduk di belakang dan berusaha menenangkan suasana.

Setelah membuka pintu kiri bagian depan, sang suami menyeret istrinya dengan kasar. Ia juga mencekik sang istri sempat megap-megap.

Adapun ART yang terus berusaha melindungi majikannya meminta AH untuk menyebut nama Tuhan. Tapi AH seolah tak peduli dan berkali-kali ingin memukul wajah NC.

Kedua video tersebut disebarkan NC. Dalam pesan yang dikirimkannya, dia mengatakan penyiksaan yang dialaminya terjadi pada hari Jumat (2/9) sekitar pukul 16.00 WIB di depan kediaman mereka di kawasan Sunter, Jakarta Utara. NC mengaku dirinya pernah mengadukan kekerasan yang kerap dilakukan suaminya ke Komnas Perempuan. Namun sia-sia.

“Mohon bantu viralkan agar pihak berwajib bisa bertindak,” pintanya.

“Sia-sia karena saya hanya orang biasa. Di Indonesia kan harus viral dulu baru ditolong,” katanya lagi.

NC juga mengatakan, selama ini dia memilih diam karena tidak punya harapan (hopeless). Tetapi, semakin dirinya diam, semakin sang suami menjadi-jadi kekerasannya.

"Hari demi hari (disiksa) karena dia tahu saya anak tunggal, yatim piatu, sebatang kara. Suami hanya incar warisan saya. Saya buntu,” demikian NC.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya