Berita

Girder pada proyek Bus Rapid Transit(BRT) yang sedang dibangun di Dhaka, Bangladesh jatuh dan menimpa sebuah mobil/Net

Dunia

Abaikan Keamanan, Kontraktor China Dianggap Bersalah Atas Kecelakaan Proyek BRT Bangladesh

MINGGU, 04 SEPTEMBER 2022 | 12:24 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kontraktor China dianggap bertanggung jawab terhadap kematian lima orang termasuk dua anak-anak atas jatuhnya girder pada proyek Bus Rapid Transit (BRT) yang sedang di bangun di jalan raya tersibuk di Dhaka, Bangladesh.

Menurut sebuah laporan dari komite investigasi, kontraktor China telah mengabaikan langkah-langkah keselamatan dan manajemen lalu lintas selama bekerja di proyek tersebut.

Meskipun penyelidikan ini telah membuktikan bahwa kontraktor China bersalah dan berhak menadapatkan hukuman, akan tetapi sampai saat ini belum ada tindakan tegas yang dilakukan terhadap kontraktor China, sementara 10 orang Bangladesh telah ditangkap karena kecelakaan itu.


Dilansir dari Ani News pada Minggu(4/9) hukuman tersebut akan diserahkan lebih dulu kepada pemerintah untuk diputuskan apakah kontrak proyek yang telah berjalan 10 tahun itu akan dibatalkan atau kontraktor masuk dalam catatan daftar hitam. Laporan kini telah diserahkan kepada Sekretaris Transportasi Jalan pada Selasa lalu.

Di samping itu, proyek yang dibangun sejak 2012 lalu ini juga dinilai menjadi sumber penderitaan bagi para pengguna jalan raya yang mealui Uttara Dhaka ke Gazipur.

Awalnya pemerintah memulai proyek ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di rute Dhaka ke Tongi dan Gazipur. Proyek yang seharusnya ramung pada 2016 itu terus mundur  hingga kemudian didorong sampai pada Desember tahun ini.

Pihak berwenang sejauh ini tidak berbuat banyak untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkannya dan mengatasi masalah keselamatan publik selama bertahun-tahun.

Baru-baru ini Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan keinginannya untuk mengunjungi Dhaka pada minggu pertama bulan Agustus, namun Menlu Bangladesh AK Abdul Momen meminta Wang Yi untuk menjadwalkan ulang kunjungannya karena Momen tengah melakukan pertemuan resmi di New York dan Kamboja.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Pakistan Siap Jadi Tuan Rumah Putaran Baru Perundingan Iran-AS

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:13

Rayakan Persib Juara, Replika Maung Raksasa Bomber Guncang Asia Afrika

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:06

Iran Tempuh Jalur Damai dengan Kekuatan dan Diplomasi Bermartabat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:02

Rudi Hartono: Blackout Sumatera Momentum Evaluasi Jaringan dan Mitigasi

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30

Ekonomi Syariah Harus Perkuat Perlindungan Sosial Masyarakat

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:10

PHE Optimistis Proyek CCS Indonesia-Korsel Buka Peluang Investasi Baru

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:02

Kualitas Konsumsi Jemaah Haji Harus Dijaga Meski Dapur Berjarak 12 Km

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:00

Trump: Kesepakatan Damai Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Segera Dibuka

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:49

Pertamina Trans Kontinental Optimalkan Layanan Maritim Lewat Kerja Sama STS Proyek FAME

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:47

Menkop Sindir Organisasi yang Hanya Sibuk Seremonial

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:30

Selengkapnya