Berita

Presiden Joko Widodo dan ekonom senior DR, Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli Beri Jokowi Rumus Menutup Cicilan Utang Negara Tanpa Harus Naikkan Harga BBM

MINGGU, 04 SEPTEMBER 2022 | 07:57 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi akan membuat ekonomi rakyat yang sudah mulai membaik menjadi rontok. Padahal ada alternatif lain yang bisa dilakukan pemerintah tanpa perlu menaikkan harga BBM dalam meminimalisir kebocoran anggaran.

Ekonom senior DR. Rizal Ramli mengurai, kini inflasi memang hanya 5 persen. Tapi, inflasi dalam hal makanan sudah mencapai 11,5 persen. Artinya rakyat memang sudah betul-betul dalam keadaan kesusahan.

“Kok tega-teganya naikkan harga BBM. Apa bisa ditunda atau dicari alternatif lain tanpa perlu naikkan harga BBM? Bisa banget!” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (4/9).


Menurut Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu, kenaikan harga BBM bisa ditunda karena harga minyak mentah dunia sudah mulai turun. Harga minyak mentah dunia memang pernah naik sampai 120 dolar AS per barel. Hari ini sudah kembali turun ke 89 dolar AS per barel.

Dengan kondisi demikian, maka tidak masuk akal jika kemudian BBM harus naik. Kecuali, pemerintah memang sedang berupaya menutup inefisiensi di Pertamina.

Baginya, Presiden Joko Widodo tidak kreatif dalam mencari solusi. Jalan yang diambil selalu yang termudah, yaitu menambah utang dan menaikkan harga-harga, yang semua itu membuat rakyat menjadi susah.

“Pejabat yang ilmunya cuman segitu, tidak usah S3! Negara lain menurunkan harga BBM, Indonesia menaikkan. Dasar koplok,” tegasnya.

Bukan Rizal Ramli namanya jika hanya mengkritik tanpa memberi solusi. Dia turut mengurai bagaimana cara yang bisa diambil pemerintah tanpa harus menaikkan harga BBM. Pertama, pemerintah harus menghentikan pengeluaran yang tidak perlu. Salah satunya menghentikan proyek pembangunan ibukota baru yang oleh Rizal Ramli disebut abal-abal.

“Kedua, kurangi pengeluaraan lembaga-lembaga negara seperti Mahkamah Konsitusi yang anggarannya malah dinaikan 4 kali lipat, padahal kinerja payah. Ketiga, badan-badan baru dan staffing potong,” tegasnya.

Selanjutnya, Jokowi juga bisa perintahkan komisaris dan direksi potong inefisiensi Pertamina dan PLN sebesar 20 persen. Langkah ini bukan hal yang sulit asal mereka bersih dan profesional, bukan titipin politik dan utang budi Jokowi.

“Kalau itu dilakukan, tidak perlu BBM naik!” tegasnya.

Masih ada cara lain. Beber Rizal Ramli, pemerintah memang tengah fokus mengurai cicilan bunga dan pokok utang yang mencapai Rp 805 triliun pada tahun ini. Angka tersebut setara dengan sepertiga APBN.

“Jika dilakukan debt-swap, termasuk debt-to-nature swap, maka cicilan bisa berkurang sepertempatnya (Rp 200 triliun). Jadi BBM tidak perlu naik!” tegasnya.

“Esensinya sederhana, pemerintahan Jokowi tidak kreatif dan tidak berpihak pada rakyat! Bisanya hanya ‘nambah utang mahal’ dan ‘naikkan harga’ yang bikin susah rakyat. Padahal ada cara lain, tidak perlu naikkan BBM. Ndak kreatif, tapi songong pula. Jokowi wis, cukup sudah,” tutupnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya