Berita

Direktur Amnesty Internasional Usman Hamid/Net

Politik

Amnesty Internasional Khawatir Pembentukan DKN akan Akibatkan Pelanggaran HAM di Indonesia

JUMAT, 02 SEPTEMBER 2022 | 22:00 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Selain tidak mendesak, rencana pembentukan Dewan Keamanan Nasional (DKN) sebagai perubahan Dewan Keamanan Nasional (Wantannas) juga bertentangan dengan UU 3/2002 tentang Pertahanan.

Dikatakan Direktur Amnesty Internasional Usman Hamid, UU 3/2002 jelas mengamatkan untuk dibentuk Dewan Pertahanan Nasional (DPN) yang hingga kini belum dilaksanakan pemerintah.

"Bahwa UU Pertahanan Negara sejak 2002 pemerintah diamanatkan untuk membntuk DPN (Dewan Pertahanan Nasional) bukan Dewan Keamanan Nasional (DKN)," ujar Usman Hamid dalam keterangannya, Jumat (2/9).


Menurutnya, ada kecenderungan pembentukan DKN adalah wujud dari pendekatan koersif yang ingin dilakukan untuk memberantas radikalisme di Indonesia.

Tetapi, kata Usman, jika benar dugaannya itu, maka dikhawatirkan akan disertai dengan ancaman terjadinya pelanggaran pada hak asasi manusia (HAM).

"Saya khawatir bahwa pembentukan DKN ini membenarkan pendekatan koersif untuk kelompok-kelompok radikal sehingga mengakibatkan pelanggaran-pelanggaran HAM di Indonesia," terangnya.

Selain itu, masih kata Usman, dia khawatir DPN yang diwacanakan itu untuk melancarkan kebijakan atas nama ekonomi pemerintah dengan cara represif bagi siapapun yang dianggap mengganggu.

"Pemerintahan hari ini saya khawatir pembentukan DKN hanyalah bentuk kebijakan represif yang ingin ditujukan untuk kepentingan-kepentingan ekonomi dan investasi untuk pembangunan," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya