Berita

Seminar Nasional bertema "Membedah Sikap dan Perilaku Oligarki di Indonesia"/Ist

Politik

Aktivis: Oligarki Paripurna Tercipta di Era Jokowi

JUMAT, 02 SEPTEMBER 2022 | 05:25 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kaum oligarki harus sadar dan mawas diri menjelang gelaran Pemilu Serentak 2024. Pasalnya, karena mereka lah penyebab terjadinya perpecahan persatuan nasional.

Begitu disampaikan Ketua Kajian Publik Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan dalam Seminar Nasional bertema "Membedah Sikap dan Perilaku Oligarki di Indonesia", yang diselenggarakan Soekarno Hatta Institut, di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Kamis (1/9).

Dikatakan Syahganda, peringatan itu penting disampaikan karena peranan oligarki dalam mengatur jalannya kehidupan politik belakangan ini kian nyata.


"Mereka ini adalah segelintir pengusaha kaya raya yang mengendalikan perpolitikan di Indonesia, baik langsung maupun di belakang layar," kata Syahganda.

Syahganda dalam kesempatan tersebut mengutip disertasi Profesor Jeffrey Winters, yang pernah membahas soal perubahan pola oligarki era Orde Baru dan yang terjadi hari ini.

"Yakni oligarki Indonesia telah berubah dari Sultanic Oligarchy yang dipimpin Suharto di era Orde Baru, menjadi Ruling Oligarchy yang terjadi saat ini," terangnya.

Pada kesempatan itu, aktivis pergerakan Andrianto mengatakan, di era saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo khususnya periode kedua, oligarki kian "paripurna" karena semua berada di lingkaran pemerintah.

"Jokowi lah yang menciptakan oligarki paripurna dengan mengajak kompetitornya Prabowo-Sandi ke dalam Kabinet," cetusnya.

Alhasil, kata dia, jalannya pemerintahan nyaris tanpa pengawasan atau check and balance hingga menghasilkan kebijakan yang tidak sesuai harapan rakyat.

"Inilah yang sebabkan tidak terjadi check and balance yang hasilnya produk legislasi yang untungkan oligarki, seperti UU Minerba, UU Omnibuslaw dan lainnya," pungkasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Selesaikan Bentrok di Matraman dengan Kepala Dingin

Senin, 27 Juli 2026 | 20:25

Metode Backfill Tailing jadi Andalan Tambang Bawah Tanah Lebih Ramah Lingkungan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:24

Putusan Majelis Syura PKS: Dukung Kebijakan Ekonomi Prabowo Hingga Soroti LGBTQ

Senin, 27 Juli 2026 | 20:23

Pramono Minta Warga Kepala Dingin Sikapi Bentrokan di Matraman

Senin, 27 Juli 2026 | 20:16

Sebagai Wakil Rakyat, DPR Punya Tiga Tugas yang Wajib Dijalankan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:14

KSSK Bakal Libatkan Danantara dalam Setiap Pengambilan Keputusan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:02

Kuasa Hukum Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Masih Abu-Abu

Senin, 27 Juli 2026 | 19:59

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Komunitas Lintas Iman Satukan Tekad Hadapi Krisis Iklim

Senin, 27 Juli 2026 | 19:49

Kompetisi Debat Pemilu ke-VI Bawaslu Cetak Rekor Peserta Terbanyak

Senin, 27 Juli 2026 | 19:48

Selengkapnya