Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Ketum Kohati PB HMI Kutuk Tindakan Represif Oknum Polri Terhadap Kader Kohati Dompu

KAMIS, 01 SEPTEMBER 2022 | 17:45 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Aksi unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menolak kenaikan harga BBM di Kantor DPRD Dompu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), berakhir bentrok.

Bentrokan itu dipicu atas kekecewaan mahasiswa karena tak ditemui anggota DPRD Dompu. Polisi dan mahasiswa terlibat adu pukul hingga aksi kejar-kejaran. Akibatnya salah satu kader Korps HMI Wati (Kohati) Cabang Dompu dalam unjuk rasa itu mengalami luka pada bagian kepala.

Terkait hal itu, Ketua Umum (Ketum) Kohati PB HMI, Umiroh Fauziah menyesalkan adanya tindakan dan meminta agar Kapolri segera mengevaluasi jajarannya di Polda Nusa Tenggara Barat.
"Kami mengutuk keras atas tindakan oknum aparat kepolisian terhadap salah satu kader kami di Dompu. Ini tentu sangat bertentangan dengan nilai presisi yang digaungkan oleh Kapolri dimana polisi dalam melaksanakan tugasnya humanis" Kata Umiroh di Jakarta, Kamis (1/9).

"Kami mengutuk keras atas tindakan oknum aparat kepolisian terhadap salah satu kader kami di Dompu. Ini tentu sangat bertentangan dengan nilai presisi yang digaungkan oleh Kapolri dimana polisi dalam melaksanakan tugasnya humanis" Kata Umiroh di Jakarta, Kamis (1/9).

Kohati PB HMI menurut Umiroh saat ini sedang menggaungkan gerakan stop kekerasan terhadap perempuan, sehingga polisi sebagai aparatur negara seharusnya juga mendukung gerakan itu.

"Kita menggaungkan stop kekerasan terhadap perempuan, sementara kader Kohati diruang publik saat menyampaikan pendapat yang dilindungi oleh konstitusi, oknum kepolisian melakukan tindakan kekerasan" Ungkap Umiroh

Menurutnya tindakan anggota kepolisian tersebut semakin memperburuk citra Polri yang banyak mendapat sorotan masyarakat belakangan ini.

"Ini jelas tindakan yang fatal yang dilakukan oleh anggota Polri. Oleh karena itu kami meminta Kapolri segera mengevaluasi jajarannya di Polda NTB dan Polres Dompu" Pungkasnya.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Wall Street Menguat Ditopang Kebangkitan Saham Teknologi

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11

Pemerintah Pastikan Beras Nasional Pasok Kebutuhan Jamaah Haji 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:07

KPK Akan Panggil Lasarus dan Belasan Anggota Komisi V DPR Terkait Kasus Suap DJKA

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:49

Harga Emas Dunia Melejit, Investor Antisipasi Kebijakan The Fed 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:36

Menhaj Luncurkan Program Beras Haji Nusantara

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:18

Raja Charles Siap Dukung Penyelidikan Polisi soal Hubungan Andrew dan Epstein

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:15

Prabowo Paham Cara Menangani Kritik

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:09

Saham UniCredit Melejit, Bursa Eropa Rebound ke Level Tertinggi

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:00

Suara Sumbang Ormas

Selasa, 10 Februari 2026 | 06:57

Dirut BPR Bank Salatiga Tersangka Korupsi Kredit Fiktif

Selasa, 10 Februari 2026 | 06:40

Selengkapnya