Berita

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat bertemu dengan Minister International Department Komite Sentral Partai Komunis China (PKC), Mr Liu Jianchao/Ist

Politik

Terima Kunjungan PKC, Airlangga Hartarto Bahas Sektor Ketahanan Pangan dan Perikanan

KAMIS, 01 SEPTEMBER 2022 | 01:55 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sejumlah isu strategis menjadi pembahasan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat menerima kunjungan Minister International Department Komite Sentral Partai Komunis China (PKC) Mr Liu Jianchao.

Selain mendorong kerja sama diplomatik antarkedua negara dan kerja sama antarpartai politik, disampaikan Airlangga Hartarto, Partai Golkar dan PKC juga mendorong kerja sama ekonomi antarkedua negara.

"Diantaranya adalah sektor perikanan. Ini merupakan salah satu sektor yang penting, dimana protein di China itu lebih dari 60 persen berasal dari ikan. Sehingga Indonesia yang daerah kepulauan dengan dua pertiga wilayahnya kelautan ini mempunyai potensi yang besar," ujar Airlangga di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (31/8).


Terkait dengan kerja sama antar partai, disampaikan Airlangga, pada pertemuan itu juga membicarakan terkait kongres PKC yang akan digelar pada bulan Oktober mendatang termasuk mengenai perencanaan perkembangan pembangunan 10-20 tahun ke depan.

Selain itu, lanjutnya, juga dibahas beberapa tantangan ke depan seperti terkait dengan ketersediaan pangan. Indonesia perlu belajar dari China yang bisa menyediakan pangan untuk 1,4 miliar orang.

"Indonesia dengan 270 juta penduduk tentu harus belajar bagaimana meningkatkan produktivitas di sektor pertanian terutama untuk intensifikasi dan produktivitas, termasuk asupan teknologi dalam pengembangan agrikultur yang selalu menjadi catatan Bapak Presiden Jokowi," terangnya.

Kata Menko Perekonomian RI itu, terkait pertukaran kader, selama ini sudah ada pertukaran kader partai politik untuk belajar, di mana Partai Golkar mengirim kadernya ke China begitu pula sebaliknya.

“Dengan adanya Golkar Institute dibahas untuk diperluas dalam bentuk seminar baik yang offline maupun online melalui Golkar Institute dan juga melanjutkan pertukaran para kader baik dari China dikirim ke Indonesia agar lebih mengetahui kebudayaan dan kultur, serta perkembangan pembangunan," jelasnya.

Sementara itu Minister International Department Komite Sentral Partai Komunis China (PKC) Mr Liu Jianchao berterimakasih kepada Partai Golkar yang menyambut dengan baik dalam pertemuan itu.

Bagi pria yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RRT untuk RI pada tahun 2012-2014 juga mengaku kedatangannya ke Indonesia kali ini, seperti pulang ke kampung halaman.  

Dia juga menyampaikan hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara juga akan ditingkatkan pada masa yang akan datang.

Menurutnya, kedua negara menjalin kerja sama yang sangat erat, misalnya pembangunan infrastruktur kereta cepat, smelter logam dan investasi-investasi yang lain.

"Indonesia sekarang sudah menjadi kekuatan ekonomi utama yang berpengaruh baik di dunia kawasan maupun dunia internasional. Kami dari Tiongkok dan PKC sangat senang melihat itu. Kami akan menjalin koordinasi dengan pemerintah Indonesia mendukung presidensi G-20 di Bali nanti," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya