Berita

Prayut Chan-o-cha saat meresmikn pameran Pertahanan dan Keamanan 2022 Thailand, Senin 29 Agustus 2022, penampilan pertama sebagai Menhan Thailand/Net

Dunia

Diskors dari Jabatan PM, Ini Penampilan Publik Pertama Prayut Chan-o-cha sebagai Menhan Thailand saat Resmikan Pameran

SELASA, 30 AGUSTUS 2022 | 13:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pameran Pertahanan dan Keamanan 2022 Thailand resmi dibuka Menteri Pertahanan Prayut Chan-o-cha pada Senin (29/8) waktu setempat.

Pembukaan pameran yang diadakan di Challenger Hall di Impact Exhibition and Convention Center merupakan penampilan publik pertama Prayut sejak diskors sebagai perdana menteri oleh Mahkamah Konstitusi pekan lalu.

Dia menolak untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan batas waktu delapan tahun, dan hanya mengatakan dia dalam semangat yang sangat baik saat dia berkeliling pameran.


Dalam sambutannya, Prayut berterima kasih kepada pejabat asing, pemimpin militer, dan pengusaha di industri pertahanan karena telah menyelenggarakan salah satu acara penting ASEAN.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Jenderal Kongcheep Tantravanich mengatakan bahwa Prayut kemudian bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri Hishammuddin bin Tun Hussein, membahas kerjasama militer bilateral untuk membantu pembangunan ekonomi dan keamanan lintas batas di sepanjang perbatasan kedua negara.

"Jenderal Prayut dan Dato' Seri Hishammuddin keduanya sepakat tentang pentingnya persatuan Asean dan menekankan bahwa negara-negara anggota Asean harus bekerja sama untuk memastikan stabilitas yang seimbang di kawasan itu," kata Jenderal Kongcheep, seperti dikutip dari Bangkok Post, Selasa (30/8).

Dia juga menyapa Fayyadh bin Hamed bin Raqed Al Ruwaili, ketua Staf Umum angkatan bersenjata Arab Saudi, di pameran tersebut.

Pameran yang berlangsung hingga 1 September ini telah menyatukan senjata canggih dan teknologi pertahanan tercanggih dari lebih dari 15 negara termasuk Amerika Serikat, Prancis, Israel, Jerman, Korea Selatan, China, dan Republik Ceko.

Rabu lalu, Mahkamah Konstitusi menangguhkan Prayut sebagai perdana menteri sampai menjatuhkan putusan tentang batas masa jabatannya.

Perintah penangguhan mengikuti keputusan mayoritas pengadilan untuk menerima petisi oposisi yang memintanya untuk memutuskan apakah batas waktu delapan tahun Prayut sebagai perdana menteri telah berakhir.

Petisi, yang ditandatangani oleh 171 anggota parlemen, diajukan ke pengadilan pada 22 Agustus.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya