Berita

Kondisi Khalil Awawdeh yang melakukan aksi mogok makan selama 169 hari/Net

Dunia

Kondisi Tahanan Palestina di Israel Makin Mengkhawatirkan, Uni Eropa Desak Pembebasan Segera

SELASA, 30 AGUSTUS 2022 | 08:34 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Delegasi Uni Eropa (UE) untuk Palestina menyerukan pembebasan tahanan Palestina, Khalil Awawdeh, ketika ia mulai memasuki bulan ke enam dalam melakukan aksi mogok makan karena penahannanya yang tak berdasar oleh Israel.

Delegasi tersebut menyampaikan pada Senin(29/8) melalui Twitter @EUpalestinians.

"Terkejut oleh gambar-gambar mengerikan Awawdeh yang mogok makan selama 169 hari sebagai protes terhadap penahanannya tanpa tuduhan, ia dalam bahaya kematian. Kecuali dituntut segera, dia harus dibebaskan!" tulis delegasi UE untuk Palestina dalam cuitannya.


Awawdeh merupakan merupakan seorang ayah berusia 40 tahun dengan empat anak perempuan. Ia ditangkap oleh tentara Israel dari rumahnya di Ithna, di Tepi Barat yang diduduki Israel selatan, pada Desember 2021. Ia ditahan di bawah apa yang disebut sebagai “penahanan administratif” oleh Israel.

Dia adalah salah satu dari sekitar 670 warga Palestina yang di penjara di bawah kebijakan Israel, yang memungkinkan penahanan tanpa batas waktu dan tanpa pengadilan atau dakwaan berdasar. Israel mengatakan penahanan administratif diperlukan untuk alasan keamanan.

Israel awalnya menangkap Awawdeh karena dicurigai melakukan operasi Jihad Islam Palestina (PIJ). Tetapi tuduhan itu dibantah pengacaranya.

Sementara itu bukti disimpan secara rahasia oleh Israel yang tidak boleh dilihat oleh para tahanan maupun pengacara mereka. Menurut kelompok hak asasi manusia penahanan tersebut adalah bentuk hukuman kolektif dan pelanggaran hukum internasional.

Atas hal ini PIJ telah meminta kepada pihak berwenang Israel untuk membebaskan Awwadeh, dengan perjanjian gencatan senjata pada 7 Agustus, yang mengakhiri pemboman tiga hari Israel di Gaza, di mana 49 warga Palestina tewas, termasuk 17 anak-anak.

Akan tetapi otoritas Israel sejauh ini menolak pembebasan tersebut. Pada 21 Agustus Mahkamah Agung Israel menolak banding yang diajukan oleh pengacaranya untuk pembebasan segera.

Kondisi Awwadeh saat ini kritis dan sekarang beratnya dikabarkan hanya 38 kilogram. Menanggapi pernyataan UE tentang kondisi Awawdeh, beberapa aktivis dan pekerja hak asasi manusia telah meminta badan tersebut untuk melakukan tindakan daripada hanya kata-kata.

Menurut seorang Dokter untuk Hak Asasi Manusia Israel (PHRI), seorang anggota timnya telah mengunjungi Awawdeh dan memperingatkan akan kondisinya yang semakin parah.

“Ia berisiko meninggal dan mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki lagi,” kata PHRI, Minggu(28/8).

Di samping itu, kantor perwakilan Irlandia di wilayah Palestina juga turut mengeluarkan seruannya sendiri setelah merilis foto-foto Awawdeh.

“(Irlandia) mendukung seruan untuk sepenuhnya mengakhiri praktik penahanan administratif,” kata kantor itu, dikutip dari Al Jazeera.

Kasus Awawdeh adalah yang terbaru dari sejumlah tahanan Palestina yang ditahan karena penahanan administratif, mereka mulai melakukan aksi mogok makan individu untuk meminta kebebasan mereka sejak akhir tahun lalu.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya