Berita

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo/Repro

Politik

Stafsus Menkeu Buka-bukan Soal Kucuran APBN untuk Subsidi BBM

SENIN, 29 AGUSTUS 2022 | 16:07 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Anggaran subsidi BBM tahun 2022 yang disebut mencapai Rp 502,4 triliun dibenarkan Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo.

Menurut Yustinus, angka subsidi tersebut telah diatur dalam Perpres 98/2022.

"Kami jawab dengan tegas, betul. Angka itu ada di Prepres 98/2022. Seringkali disebut subsidi energi atau BBM karena porsi BBM paling besar," ujar Yustinus dalam video yang dikutip redaksi, Senin (29/8).


Ia mengurai, subsidi BBM mencapai Rp 14,6 triliun dari Rp 11 triliun. Lalu  kompensasinya naik dari Rp 18,5 triliun menjadi Rp 252,5 triliun, atau naik sembilan kali lipat.  

Lalu pada subsidi LPG tercatat mencapai Rp 134,8 triliun dan listrik didukung dengan Rp 100,5 triliun.

"Subsidi atau kompensasi itu esensinya sama. Sama-sama dukungan dari APBN. Bedanya, kalau subsidi itu klaim dan pembayaran itu bulanan. Kompensasi itu, klaim dan pembayaran itu semesteran atau satu tahun," ujar Yustinus.

Yustinus menegaskan, seluruh subsidi tersebut dikucurkan secara transparan karena diverifikasi dan diaudit. Oleh karenanya, ia meminta publik tidak khawatir atau mempersoalkan perbedaan subsidi dan kompensasi, atau meributkan antara BBM dan energi.

"Esensinya sama, ini dukungan APBN. Ini bahasa komunikasi publik saja. Karena faktanya BBM mendapat porsi paling besar 53,2 persen atau Rp 267 triliun dan lonjakan kompensasi juga paling besar, sembilan kali lipat," ujar Yustinus.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya