Berita

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera/Net

Politik

Kritik Pernyataan Sri Mulyani, PKS: Jangan Sakiti Pensiunan dengan Dalih Bebani Keuangan Negara

SENIN, 29 AGUSTUS 2022 | 14:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bahwa anggaran belanja pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) juga purnawirawan TNI dan Polri menjadi beban bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai berlebihan.

Bagaimana bisa, para pensiunan dan purnawirawan TNI-Polri hingga ASN yang telah berjuang untuk bangsa dan negaranya justru dituding menjadi beban negara.

Demikian disampaikan Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Senin siang (29/8).


“Jangan sakiti pensiunan dan purnawirawan dengan pernyataan membebani keuangan negara. Mereka sudah berjuang mengabdi pada bangsa dan negara,” tegas Mardani.

Menurut anggota Komisi II DPR RI fraksi PKS ini, pemerintah mestinya melakukan upaya korektif dalam rangka mereformasi birokrasi. Bukan justru terkesan menyalahkan pensiunan dan purnawirawan dengan menyebut mereka sebagai beban negara.

“Ini jadi momentum melakukan reformasi birokrasi. Jumlah ASN yang hampir dua juta (di luar tenaga pendidik) dan mayoritas tenaga administrasi mesti ditata. Jumlah 1+2 sudah cukup. Dua juta tenaga pendidik dan kesehatan cukup dengan rasio saat ini,” jelas Mardani.

Alih-alih melakukan reformasi birokrasi, pemerintah malah berencana menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan menyengsarakan rakyat kecil.

“Masyarakat dan UMKM baru saja kena hantan pandemi. Apalagi jika harga BBM naik?” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengakui, anggaran belanja pensiun untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri menjadi beban bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Terlebih dana pensiunan hingga saat ini mencapai Rp 2.800 triliun yang terdiri dari pemerintah pusat sebesar Rp 900 triliun dan pemerintah daerah sebesar Rp 1.900 triliun.

"Seperti diketahui belanja pensiun di dalam APBN itu pemerintah itu tidak hanya pensiun ASN, TNI, Polri. Bahkan ASN daerah pun kita juga membayarkan pensiun penuh karena kita masih menggunakan prinsip defined benefit. Artinya setiap yang sudah pensiun mendapatkan benefit atau manfaat yang sudah di-defined," kata Sri Mulyani di Kompleks Parlemen DPR/MPR, Jakarta, Rabu lalu (24/8).

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya