Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Peringatan UNICEF: Krisis Sri Lanka Menghancurkan Hidup Anak-anak

MINGGU, 28 AGUSTUS 2022 | 06:11 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Krisis di Sri Lanka telah membuat anak-anak di sana hidup menderita, mengalami kekurangan gizi yang parah karena tingginya harga bahan pangan.

Direktur Regional UNICEF untuk Asia Selatan, George Laryea-Adjei memperingatkan kerawanan pangan massal akan semakin meningkatkan kekurangan gizi, kemiskinan, penyakit, serta kematian di Sri Lanka.

"Ketika krisis ekonomi terus mengguncang Sri Lanka, anak perempuan dan anak laki-laki termiskin dan paling rentanlah yang membayar harga paling mahal," ujar Laryea-Adjei, seperti dimuat ANI News, Sabtu (27/8).


PBB memperkirakan, setengah dari anak-anak di Sri Lanka sudah membutuhkan beberapa bentuk bantuan darurat. Saat ini lebih dari 10 ribu anak berada di panti asuhan, karena sebagian dari orangtua mereka tidak sanggup membiayai anaknya.

Anak-anak di Sri Lanka juga kerap kali menjadi korban pelecehan, eksploitasi, serta kekerasan akibat tekanan ekonomi yang meningkat.

UNICEF mengatakan keadaan darurat Sri Lanka adalah peringatan bagi negara-negara Asia Selatan lainnya tentang risiko tidak bersiap menghadapi kesulitan ekonomi.

“Kita tidak bisa membiarkan anak-anak membayar harga untuk krisis yang tidak mereka buat. Kita harus bertindak hari ini untuk mengamankan masa depan mereka besok,” tegas Laryea-Adjei.

Lebih lanjut, komunitas internasional dinilai harus menjadi prioritas untuk berinvestasi dalam ketahanan komunitas lokal sebagai benteng melawan krisis.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya