Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Swiss: Jumlah Migran Meningkat, Pengangguran Menurun

SABTU, 27 AGUSTUS 2022 | 11:31 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Swiss mengeluarkan laporan terkait jumlah warga negara asing yang beremigrasi pada 2021 melalui naturalisasi. Laporan menyebutkan bahwa terjadi peningkatatan sebanyak 30.166, sementara tingkat pengangguran dikabarkan menurun tahun ini menjadi hanya dua persen.

Dilansir dari SchengenVisa pada Jumat (26/8), Kantor Statistik Federal Swiss menunjukkan data dari tahun 2021 bahwa populasi di Swiss mengalami lonjakan yang tinggi, hal ini dianggap menguntungkan negara tuan rumah karena telah memperkaya pasar tenaga kerja.

Sementara menurut Sekretariat Negara untuk Migrasi (SEM) pada paruh pertama tahun 2022, jumlah migran Swiss juga naik 45,4 persen menjadi 37.816 dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat hanya 26 ribu pendatang.


Lonjakan ini menjadi hal yang positif bagi kebangkitan Swiss setelah pandemi Covid-19 berlangsung, saat ini lowongan kerja di negara ini sangat terbuka lebar, menjadi titik paling tinggi yang pernah tercatat oleh Swiss.
“Perkembangan pada paruh pertama tahun 2022 mencerminkan imigrasi berorientasi pada pasar tenaga kerja yang nyata ke Swiss. Hal ini dapat dilihat sehubungan dengan perkembangan ekonomi yang positif setelah pencabutan langkah-langkah terkait pandemi dan peningkatan terkait permintaan tenaga kerja,” bunyi siaran pers yang dikeluarkan oleh SEM.

Deklarasi ini menyusul laporan bahwa populasi penduduk Swiss akan segera mencapai sembilan juta pada tahun ini, mengalami peningkatan 0,8 persen dibandingkan tahun 2020.

Di samping itu dapat diperkirakan sebagian besar populasi Swiss adalah manula yang berusia kurang lebih 60 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Swiss berusia lebih tua, yang menciptakan lebih banyak kesempatan kerja bagi para kaum muda.
Pada Maret 2022, tingkat pengangguran Swiss dilaporkan sebesar 4,56 persen, namun kini telah merosot turun menjadi dua persen karena lonjakan dari emigrasi ini.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya