Berita

Banjir di Pakistan/Net

Dunia

Banjir Telan 937 Nyawa, Pakistan Tetapkan Keadaan Darurat Nasional

JUMAT, 26 AGUSTUS 2022 | 17:42 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pakistan mengumumkan keadaan darurat nasional setelah korban tewas akibat hujan lebat dan banjir telah mencapai 937 jiwa dan 1.343 lainnya terluka.

Keputusan pemberlakuan keadaan darurat nasional diambil setelah pemerintah melakukan pertemuan selama tiga jam pada Kamis malam (25/8).

Badan Penanggulangan Bencana Nasional (NDMA) mencatat, dari jumlah korban jiwa, sebanyak 343 di antaranya merupakan anak-anak dan 198 perempuan.


Banjir juga merusak 670.328 rumah, menghancurkan 122 toko, merusak 145 jembatan, dan merusak jalan sepanjang 3.082 kilometer.

Selama 24 jam terakhir, sedikitnya 34 orang dilaporkan tewas serta 50 lainnya luka-luka.

Pemerintah berwenang mengatakan banjir telah memengaruhi lebih dari 30 juta orang di seluruh negeri. Ini menjadi hujan paling parah sejak 30 tahun terakhir.

Dengan deklarasi keadaan darurat, pemerintah mengerahkan tentara untuk membantu operasi bantuan dan penyelamatan.

"Sekarang air tinggi bukan hanya di kedua sisi Sungai Indus. Hujan yang turun dalam 7 hingga 8 siklus memicu fenomena banjir bandang baru," ujar Menteri Iklim Sherry Rehman, seperti dikutip Anadolu Agency.

Di samping itu, pemerintah Pakistan juga gencar mencari bantuan internasional, termasuk mengadakan konferensi darurat utusan asing yang berbasis di Islamabad.

Sejauh ini Inggris telah menggelontorkan 500 juta dolar AS atau Rp 7 triliun untuk korban banjir di Pakistan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya