Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Covid-19 Makin Terkendali, Pemerintah Alihkan Dana Pandemi untuk Dampak Krisis Global

KAMIS, 25 AGUSTUS 2022 | 18:23 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah akan menghentikan alokasi dana penanganan pandemi Covid-19 dalam rancangan APBN tahun 2023. Sebagai gantinya akan mengalihkan dana tersebut untuk penanganan krisis global yang berdampak pada sektor pangan dan energi dalam negeri.

Rencana tersebut telah diumumkan oleh Kementerian Perekonomian RI, seiring dengan semakin terkendalinya situasi Covid-19 di tanah air.

Meski begitu, Sekretaris Bidang Tim Percepatan Pemulihan Ekonomi (TPPE) Kementerian Luar Negeri RI, Lintang Paramitasari menyatakan pihaknya akan terus berkoordinasi erat dengan Kementerian Kesehatan berkaitan dengan kebutuhan vaksin Covid-19 tambahan, khususnya untuk booster.


"Mempertimbangkan cakupan vaksinasi yang cukup luas dan juga indikasi jumlah vaksin yang kita miliki, hingga saat ini pemerintah belum ada rencana membuka kembali pengiriman vaksin dari negara mitra maupun Covax Fasility," jelas Lintang dalam press briefing pada Kamis (25/8).

Lintang menjelaskan, sejauh ini pemerintah sudah menerima 103,9 juta dosis vaksin Covid-19 dari Covax Fasility, dan masih ada 17 juta dosis vaksin Pfizer yang telah disediakan untuk Indonesia.

"Kami masih menunggu instruksi dari pemerintah untuk penambahan pasokan. Namun, jika melihat dari jumlah yang ada, kemungkinan belum ada rencana untuk melakukan pengadaan vaksin baru," ujar Lintang.

Dalam penanganan Covid-19 jangka menengah dan jangka panjang, Kemlu juga berkoordinasi dengan Kementerian BUMN untuk terus mendorong pengembangan vaksin Covid-19 di dalam negeri.

Saat ini, vaksin BUMN yang dikembangkan oleh Biofarma bersama dengan Bela College of Medicine di AS telah memasuki tahap ke tiga uji klinis. Kemlu juga berupaya memfasilitasi perizinan vaksin BUMN di WHO.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya