Berita

Josep Borrel Kepala Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Uni Eropa/EuractivNet

Dunia

Uni Eropa akan Kirimkan Bantuan Lanjutan untuk Ukraina Sekitar 8 Miliar Euro

KAMIS, 25 AGUSTUS 2022 | 11:29 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Febuari lalu, Uni Eropa(UE) hingga kini terus memberikan dukungannya untuk Ukraina dengan memberikan paket bantuan keuangan senilai 9,5 miliar euro atau sekitar 140 triliun rupiah.

Kini UE tengah mempersiapkan paket bantuan lanjutan sekitar delapan miliar euro.
"Kami memberikan dukungan kemanusiaan dan bantuan keuangan makro, untuk menjaga negara Ukraina tetap bertahan. Secara total, 9,5 miliar euro telah dimobilisasi oleh Tim Eropa sejauh ini, dan bantuan keuangan makro tambahan hingga 8 miliar euro sedang dalam proses," kata Josep Borrell, Kepala Urusan Luar Negeri pada Rabu (24/8).

Dilansir dari Ani News, paket bantuan tersebut telah mencakup ke berbagai sektor, dengan 2,5 miliar euro untuk bantuan militer, 2,2 miliar untuk bantuan keuangan makro, 620 juta untuk dukungan anggaran, 335 juta untuk bantuan kemanusiaan, serta 330 juta untuk paket bantuan darurat untuk pengungsi internal, kesehatan perawatan serta infrastruktur.

Dilansir dari Ani News, paket bantuan tersebut telah mencakup ke berbagai sektor, dengan 2,5 miliar euro untuk bantuan militer, 2,2 miliar untuk bantuan keuangan makro, 620 juta untuk dukungan anggaran, 335 juta untuk bantuan kemanusiaan, serta 330 juta untuk paket bantuan darurat untuk pengungsi internal, kesehatan perawatan serta infrastruktur.

Selain itu, satu miliar euro dialokasikan sebagai pinjaman dari Bank Eropa untuk rekonstruksi dan pembangunan untuk mendukung pengungsi Ukraina, di samping itu Bank Investasi Eropa juga telah meminjamkan dananya untuk kebutuhan keuangan darurat bagi Ukraina sebesar 1,5 miliar dan 668 juta euro untuk mendukung perusahaan milik negara.

Uni Eropa sejauh ini telah menepati komitmennya untuk terus mendukung Ukraina dengan dana internasional untuk membangun kembali Ukraina dan membuatnya tetap bertahan seperti yang dibahas dalam KTT pada akhir Mei lalu.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Pakistan Siap Jadi Tuan Rumah Putaran Baru Perundingan Iran-AS

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:13

Rayakan Persib Juara, Replika Maung Raksasa Bomber Guncang Asia Afrika

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:06

Iran Tempuh Jalur Damai dengan Kekuatan dan Diplomasi Bermartabat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:02

Rudi Hartono: Blackout Sumatera Momentum Evaluasi Jaringan dan Mitigasi

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30

Ekonomi Syariah Harus Perkuat Perlindungan Sosial Masyarakat

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:10

PHE Optimistis Proyek CCS Indonesia-Korsel Buka Peluang Investasi Baru

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:02

Kualitas Konsumsi Jemaah Haji Harus Dijaga Meski Dapur Berjarak 12 Km

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:00

Trump: Kesepakatan Damai Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Segera Dibuka

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:49

Pertamina Trans Kontinental Optimalkan Layanan Maritim Lewat Kerja Sama STS Proyek FAME

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:47

Menkop Sindir Organisasi yang Hanya Sibuk Seremonial

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:30

Selengkapnya