Berita

Pasukan keamanan di Libya/Net

Dunia

Krisis Politik Tambah Ketegangan di Libya, PBB Desak De-eskalasi Segera

RABU, 24 AGUSTUS 2022 | 14:12 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Krisis politik yang meningkatkan ketegangan di Libya memicu kekhawatiran dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Misi Dukungan PBB di Libya (UNSMIL) mendorong agar ketegangan segera diredam.

UNSMIL menyatakan keprihatinan mendalam terkait mobilisasi pasukan dan kekhawatiran terhadap ancaman yang menggunakan kekerasan oleh kelompok-kelompok yang bersaing untuk menguasai Libya.

Dalam pernyataan yang dikutip Asharq Al Awsat pada Selasa (22/8), UNSMIL memperingatkan bahwa kebuntuan politik saat ini tidak dapat diselesaikan melalui konfrontasi bersenjata.


"Penggunaan kekuatan oleh pihak mana pun tidak dapat diterima dan tidak akan mengarah pada pengakuan internasional,” ujar UNSMIL, sembari menyerukan de-ekskalasi segera.

Krisis politik di Libya telah berlangsung lama, semenjak pemberontakan yang menggulingkan Moammar Al Gaddafi pada 2011.

Ketegangan semakin panas dan mendalam pada tahun ini, sejak mantan Menteri Dalam Negeri Fathi Bashagha menggantikan pemerintahan Perdana Menteri sementara Abdulhamid al-Dbeibah pada Februari.

Namun Dbeibah menolak untuk menyerahkan kekuasaannya sebelum pemilihan.

Pada Selasa, kantor Bashagha mengeluarkan pernyataan yang mendesak untuk menghentikan semua dukungan terhadap pemerintahan Dbeibah karena mandatnya dianggap sudah berakhir dan tidak sah.

Baru-baru ini Bashagha mengisyaratkan akan menggunakan kekuatannya untuk menghentikan pemerintahan PM sementara yang dinilai usang dan gagal.

Hal ini memicu kekhawatiran adanya konflik baru yang terjadi di ibukota Tripoli antara pendukung kedua belah pihak.

Bulan lalu, bentrokan paling mematikan terjadi antara kelompok saingan di Tripoli sejak 2020 yang menewaskan 16 orang, termasuk seorang anak kecil.

Lebih dari satu dekade kekerasan di negara Afrika Utara berlangsung, segala upaya telah dilakukan oleh UNSMIL untuk mengakhiri kebuntuan konflik di negara ini.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya