Berita

Gempa magnitudo 5,9 menghancurkan rumah-rumah di Afghanistan/Net

Dunia

Bantu Afghanistan, UNHCR Bangun 2.300 Rumah Anti-Gempa

SELASA, 23 AGUSTUS 2022 | 14:41 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mengumumkan akan membangun 2.300 rumah tahan gempa dengan dana lebih dari 14 juta dolar AS atau sekitar Rp 208 miliar untuk membantu warga Afganistan yang rumahnya hancur akibat mematikan pada 22 Juni lalu.

Lewat bantuan tersebut, UNHCR akan menyediakan bahan bangunan serta biaya bangunan pendukung untuk pembangunan rumah musim dingin yang rencananya akan diberikan panel surya untuk penerangan serta pemanas ruangan untuk membakar kayu selama musim dingin berlangsung.

Nantinya 2.000 rumah akan dibangun di distrik Giyan dan Barmal Provinsi Paktika, dan 300 rumah lainnya di Distrik Spera Provinsi Khost.


“Inisiatif ini menunjukkan solidaritas dan dukungan berkelanjutan UNHCR kepada orang-orang yang terkena dampak bencana. Dalam beberapa bulan mendatang 2.300 keluarga akan memiliki rumah baru yang tahan musim dingin,” kata perwakilan UNHCR, Leonard Zulu, seperti dikutip ANI News.

Selama beberapa minggu terakhir, tim UNHCR telah bertemu dengan masyarakat setempat untuk mempresentasikan proyek ini serta mengidentifikasi keluarga yang paling terdampak gempa.

Dalam pengumumannya ini, PBB juga mengatakan telah meluncurkan progam bersama untuk meningkatkan akses ke layanan masyarakat seperti pusat kesehatan, sekolah, dan sistem air di tiga kabupaten.

Saat ini peralatan pemindahan tanah yang dikontrak oleh UNHCR telah mulai pembersihan lokasi di Barmal dan mempercepat pengiriman material konstruksi karena salju diperkirakan akan turun pada pertengahan November.

Baru-baru ini, PBB dan Yayasan Kemanusiaan Kerajaan Bahrain telah menandatangani perjanjian senilai satu juta dolar AS untuk mendukung skema perumahan. Insinyur yang bekerja dengan mitra UNHCR akan terus memantau konstruksi sehingga proyek ini diharapkan bisa sesuai dengan arahan dari UNHCR.

Sementara itu, setiap warga Afghanistan yang berpartisipasi dalam proyek sebagai tenaga kerja dikabarkan akan menerima upah sebesar 700 dolar AS. Hal ini dilakukan untuk membantu para kepala keluarga Afghanistan mendapat pekerjaan dan uang untuk mengatasi kelaparan.

Selama empat dekade terakhir, Afghanistan telah dilanda konflik dan bencana alam yang menyebabkan jutaan orang menghadapi kelaparan. Perkiraan terbaru menunjukkan bahwa sekitar 24 juta warga Afghanistan, lebih dari setengah penduduk negara itu, membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya