Berita

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam saat RDP dengan Komisi III DPR/Repro

Hukum

“Jangan Temui Ibu P”, Isi Pesan Ancaman Pembunuhan Brigadir J yang Diungkap Komnas HAM

SENIN, 22 AGUSTUS 2022 | 21:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham) mengungkap temuan terbaru kasus pembunuhan Brigadir Novriansyah Joshua Hutabarat alias Brigadir J.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan bukti pesan ancaman pembunuhan yang diterima oleh Brigadir J sehari sebelum almarhum dihabisi pada saat di Magelang, 7 Juli 2022.

Bukti itu didapatkan Anam langsung dari keterangan kekasih Brigadir J yang diketahui bernama Vera pada 16 Juli 2022 di Jambi.


"Kami berkomunikasi dengan Vera untuk minta keterangan cukup detail, yang salah satu intinya adalah bahwa memang betul tanggal 7 (Juli 2022) malam, kan kematian tanggal 8, memang ada ancaman pembunuhan,” kata Anam dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/8).

Anam menuturkan, pesan ancaman pembunuhan tersebut meminta Brigadir J agar tidak menemui Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi “di atas”. Jika itu dilakukan maka nyawa Brigadir J akan melayang.

“Kurang lebih kalimatnya begini, Joshua dilarang naik ke atas menemui Ibu P (Putri) karena membuat Ibu P sakit, kalau naik ke atas akan dibunuh. Itu komunikasi tanggal 7 (Juli 2022) malam,” ungkap Anam.

Anam lantas mengkonfirmasi Vera terkait siapa pihak yang mengirim pesan ancaman pembunuhan tersebut. Vera menjawab ancaman dilakukan oleh Squad-Squad. Namun, ia tidak mengetahui Squad-Squad tersebut.

“Kami tanya diancam oleh siapa, diancam oleh squad-squad. Kita tanya squad ini siapa? apakah ADC, apakah penjaga dan lain sebagainya. (Karena) sama-sama enggak tahu saya juga engga tahu yang dimaksud squad itu siapa waktu itu, ujungnya nanti (belakangan) kita tahu bahwa squad yang dimaksud adalah Kuat Ma'ruf. Ternyata Si Kuat bukan squad penjaga begitu ternyata,” kata Anam.

Atas dasar itu, Anam menyebutkan bahwa foto dan video yang sempat viral beberapa waktu lalu di mana Brigadir J sedang menangis tersedu-sedu, jauh sebelum ada pesan ancaman pembunuhan.

“Di sini enggak ada urusannya dengan nangis-nangis seperti yang diberitakan. Jadi, yang nangis-nangis itu Vera cerita soal nangis-nangis itu 3 Minggu sebelum tanggal 7 (Juli 2022). Kami cek direkam digitalnya memang Juni-Januari itu kita cek semua memang itu urusannya lain berbeda dengan ancaman pembunuhan, ini urusan pribadi,” katanya.

“Itu yang menjadi basis Komnas HAM melakukan semua pemantauan ini. Satu, soal dugaan penyiksaan. Kedua soal ancaman pembunuhan,” demikian Anam.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Setahun BPI Danantara Berdiri Justru Tambah Masalah

Rabu, 04 Maret 2026 | 00:07

Jangan Giring Struktural Polri ke Ranah Politik Praktis

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:53

2 Kapal Tanker Pertamina dan Awaknya di Selat Hormuz Dipastikan Aman

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:35

KPK Amankan BBE dan Mobil dari OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:30

Mutasi AKBP Didik ke Yanma untuk Administrasi Pemecatan

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:09

SiCepat Ekspansi ke Segmen B2B, Retail, hingga Internasional

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:07

GoTo Naikkan BHR Ojol, Cair Mulai Besok!

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:01

Senator Dayat El: Pembangunan Indonesia Tak Boleh Tinggalkan Desa

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:46

Kenapa Harus Ayatollah Khamenei?

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:38

Naik Bus Pariwisata, 11 Orang Terjaring OTT Pekalongan Tiba di KPK

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:13

Selengkapnya