Berita

Aksi protes di Guinea berujung rusuh/Net

Dunia

Junta Diduga Bunuh Dua Remaja Saat Protes, Oposisi Guinea Ajak Masyarakat Gelar Unjuk Rasa Lanjutan

MINGGU, 21 AGUSTUS 2022 | 13:33 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Front Nasional untuk Pertahanan Konstitusi (FNDC) atau partai oposisi Guinea bersama seluruh koalisi partai politik, serikat pekerja, organisasi masyarakat sipil, menyerukan protes terhadap junta.

Protes terjadi setelah pasukan junta Guinea diduga telah menembak mati dua remaja dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan pada awal pekan ini. Meski pihak junta membantahnya.

"Rumor tentang tembakan dari iring-iringan mobil presiden adalah salah dan tidak berdasar,” kata jurubicara junta, Amara Camara dalam sebuah pernyataan yang dirilis Jumat malam (19/8), seperti dikutip dari Digital Djournal.


Akan tetapi, FNDC serta koalisi dan organisasi lainnya pada Sabtu(20/8) tidak percaya pada pernyataan tersebut dan kembali merencanakan aksi protes lebih lanjut. Mereka juga mengunggah pesan ajakan protes di media sosial.

Selama demonstrasi pada Rabu (17/8), polisi dikerahkan di sekitar kota, lalu para demonstran di salah satu daerah pinggiran kota Conakry melemparkan batu ke pasukan keamanan dan kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata.

Saat situasi mulai tak terkendali, pasukan keamanan di ibukota Guinea dilaporkan menembak mati dua remaja yang tengah berkonvoi melewati ibukota Conakry.

Salah satu kerabat menyebut korban merupakan Ibrahima Balde berusia 19 tahun, dan Oumar Barry berusia 17 tahun.

Saat ini Menteri Kehakiman Charles Alphonse Wright telah bertemu dengan kerabat dari Barry, dan mengatakan keadilan akan ditegakkan.

Aksi unjuk rasa di Guinea terjadi lantaran pemimpin junta Mamady Doumbouya tidak segera menyerahkan kekuasaannya pada pemerintah sipil. Alih-alih, ia berniat menyerahkan kekuasaan dalam tiga tahun ke depan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya