Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Kandidat PM Inggris Desak G20 Larang Kedatangan Putin ke Indonesia

SABTU, 20 AGUSTUS 2022 | 08:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kandidat Perdana Menteri Inggris, Rushi Sunak, meminta agar G20 tidak mengijinkan Presiden Rusia Vladimir Putin datang ke pertemuan akbar tersebut, sampai Moskow menghentikan operasi militernya di Ukraina.

Juru bicara Sunak mengutip apa yang dikatakan kandidat itu pada Jumat (19/8) waktu Inggris.

"Mitra dan sekutu G20 kami memiliki tanggung jawab bersama untuk menghentikan perilaku menjijikkan Putin. Duduk satu meja dengannya tidak cukup baik ketika dia bertanggung jawab atas anak-anak yang terbunuh di tempat tidur mereka saat mereka tidur," kata juru bicara Sunak, seperti dikutip dari Independent.


"Kita perlu mengirim pesan yang kuat kepada Putin bahwa dia tidak memiliki kursi di meja kecuali dan sampai dia menghentikan perang ilegalnya di Ukraina," lanjutnya.

Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan, baik Putin maupun Presiden China Xi Jinping telah mengkonfirmasi secara pribadi bahwa mereka akan menghadiri pertemuan puncak kelompok itu di Bali pada bulan November.

"Kita perlu mengirim pesan yang kuat kepada Putin bahwa dia tidak memiliki kursi di meja kecuali dan sampai dia menghentikan perang ilegalnya di Ukraina," tegas jubir Sunak.

Indonesia berada di bawah tekanan yang cukup besar untuk mengeluarkan Putin dari KTT. Namun, kementerian luar negeri mengatakan pada bulan Maret bahwa mereka akan tetap pada posisi tidak memihak dan mengundang semua anggota seperti yang direncanakan.

Pada saat yang sama, Indonesia juga mengundang Presiden Ukraina Volodymir Zelensky, meskipun negaranya bukan anggota klub ekonomi top dunia tersebut.

Sunak adalah salah satu dari dua pesaing yang tersisa dalam perlombaan untuk menjadi perdana menteri baru Inggris, bersama dengan Liz Truss, menteri luar negeri saat ini.

Namun, menurut survei oleh perusahaan jajak pendapat Opinium Research, Truss unggul 22 poin atas Sunak, yang menjabat sebagai menteri keuangan di kabinet Boris Johnson.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi sebagai Pengganti Febrie

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:25

Wasekjen AMPI: Hasil Rapat Pleno IX Cacat Hukum dan Tak Punya Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:23

Danantara Mulai Bentuk Perusahaan Manajemen Aset Raksasa

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:15

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadirkan Desain Tipis dan Performa Tangguh

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:55

Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34

Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi PR Bersama

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:32

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27

Kemunculan Kabinet Bayangan Konsekuensi dari Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Sebut Bentuk Kepedulian untuk Korban

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50

Selengkapnya