Berita

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo dalam peringatan Hari Konstitusi, Kamis (18/8)/Repro

Politik

Bambang Soesatyo Ibaratkan Kemiskinan seperti "Kerak" yang Sulit Dihilangkan

KAMIS, 18 AGUSTUS 2022 | 12:22 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kemiskinan masyarakat hingga kini masih menjadi persoalan pemerintah yang belum tuntas.

Data Badan Pusat Statistik menyebut, angka kemiskinan Maret 2022 memang menurun 0,06 persen dibandingkan bulan Maret 2021. Namun bukan berarti kemiskinan hilang.

"Upaya penanggulangan kemiskinan sudah mencapai titik jenuh. Permasalahan penduduk miskin yang masih tersisa seperti 'kerak-kerak' yang sulit untuk dihilangkan,” kata Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo saat berpidato pada peringatan Hari Konstitusi di Gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (18/8).


Yang tak kalah penting, kata Ketua MPR RI, adalah percepatan kemajuan yang masih memerlukan perbaikan menyeluruh. Indonesia bahkan jauh tertinggal dari Korea Selatan.

"Tingkat percepatan kemajuan Korea Selatan yang kemerdekaannya hanya terpaut dua hari dengan Indonesia, sudah masuk kategori negara maju,” ucapnya.

Pada dasarnya, Indonesia memiliki seluruh persyaratan untuk menjadi negara maju. Mulai dari jumlah penduduk yang besar, sumber daya alam melimpah, potensi ekonomi maritim dan kelautan yang tidak terhingga, hingga letak geografis yang strategis.

Bahkan tahun 2045, penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 318,9 juta jiwa. Dengan jumlah populasi yang sangat besar dan potensi ekonomi yang mumpuni, Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia.

"Untuk meraihnya, kita harus bangkit lebih kuat mempertahankan warisan baik bangsa, menjadikan konstitusi sebagai landasan bagi kebangkitan ekonomi Indonesia, serta mau belajar dan mengerti jalannya logika negara lain yang telah lebih cepat maju,” tutupnya.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya