Berita

Pengamat politik Ray Rangkuti/Net

Politik

Kata Ray Rangkuti, PPP Rawan Kehilangan Dua Sumber Suara Gegara Polemik Ketum

SELASA, 16 AGUSTUS 2022 | 18:50 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Dinamika di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) disebut akan memengaruhi perolehan suara untuk Pemilu 2024 mendatang.

Pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan, persoalan Ketum PPP, Suharso Monoarfa yang baru-baru ini dilaporkan ke Komnas Perempuan akan menurunkan pemilih PPP dari kalangan milenial dan perempuan.

Hal itu disampaikan Ray Rangkuti saat menghadiri dialog menuju Pemilu 2024 dengan tema “Menakar Peluang PPP Menembus Parlemen Pada Pemilu 2024”.


"Yang muncul justru kisah keluarganya yang bisa menurunkan popularitas PPP. Isu seperti ini harus dijelaskan kebenarannya karena sensitif. Jika tidak, PPP akan kehilangan suara dua kelompok tersebut,” kata Ray Rangkuti, Selasa (16/8).

Di sisi lain, politisi senior PPP, Rusli Effendi memastikan partainya akan bersikap terbuka terhadap kritikan dan masukan. Akan tetapi jika sudah persoalan pribadi dan personal, maka yang bisa menjelaskan kepada publik adalah orang itu sendiri.

PPP juga tidak menutup mata atas adanya aspirasi yang meminta Suharso mundur dari jabatan.

“Kalau demonstrasi kita lihat meminta (Suharso) mundur. Kalau soal personal saya tidak punya kapasitas. Namun perlu diketahui, PPP punya tokoh mumpuni berkemampuan hebat serta tidak kekurangan figur pemimpin,” tandasnya.

Suharso Monoarfa sebelumnya dilaporkan ke Komnas Perempuan oleh Gerakan Perempuan Milenial untuk Keadilan (GPMK), Senin lalu (1/8). Suharso dilaporkan atas dugaan pelanggaran perbuatan yang merendahkan harkat dan martabat perempuan.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Wall Street Merah Sambut Keputusan The Fed

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:21

Piutang Pajak Tidak Tertagih Tembus Rp47,4 Triliun di Akhir 2025

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:02

Perpres Baru Bakal Jadi Landasan Utama Tata Kelola Distribusi LPG 3 Kg

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:45

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Jaringan IRGC di Selat Hormuz

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:30

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,5-3,75 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:16

Bursa Eropa Melemah, Sektor Barang Mewah Seret Pergerakan Pasar

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:59

AMG Jadi Rujukan Pemakaman Muslim Modern Pertama di Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:54

MUI Segera Bawa Naskah RUU Anti-LGSP ke DPR dan Pemerintah

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:28

Pembakar Rumah Hakim PN Medan Divonis 6 Tahun Penjara

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:13

Operator Jangan Bebankan Biaya Tambahan Pasca Putusan MK

Kamis, 30 Juli 2026 | 05:43

Selengkapnya