Berita

Ketua DPR RI Puan Maharani/Ist

Politik

Ketua DPR RI Wanti-wanti Pengaruh Global Terhadap Tekanan Keuangan Negara

SELASA, 16 AGUSTUS 2022 | 16:09 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kondisi ekonomi global yang tak kunjung stabil diwanti-wanti Ketua DPR RI Puan Maharani agar tidak mempengaruhi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2023 yang dirancang pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Puan ketika menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun 2022-2023 di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (16/8).

"Pemerintah agar telah mengantisipasi berbagai faktor global dan nasional yang dapat memberikan tekanan kepada kemampuan keuangan negara dalam melaksanakan APBN pada tahun 2023," ujar Puan.


Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) ini menyambut baik kebijakan ekonomi makro dan fiskal yang diturunkan pemerintah dalam APBN tahun 2023.

Dia mencatat, perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan berada pada kisaran 5,3 hingga 5,9 persen, dengan laju inflasi pada kisaran 2 hingga 4 persen.

Sementara itu, pendapatan negara diperkirakan berada pada besaran 11,19 persen PDB hingga 12,24 persen PDB, dengan Pendapatan Perpajakan sebesar 9,3 persen PDB hingga 10 persen PDB.

Untuk target belanja negara, pemerintah mematok sebesar 13,8 persen hingga 15,1 persen dari PDB. Sementara, besaran defisit dipatok 2,61 persen hingga 2,85 persen.

Melihat rancangan APBN 2023 tersebut, Puan menggaris bawahi beberapa hal. Pertama, meminta pemerintah mengantisipasi berbagai dinamika global akibat konflik geopolitik.

Kemudian, memantau perkembangan kebijakan moneter global, stagflasi, perkembangan harga komoditas strategis seperti minyak bumi, hingga kerentanan produksi pangan global.

"Dan lain sebagainya yang dapat mempengaruhi kebijakan fiskal APBN dan ketahanan APBN, khususnya yang berkaitan dengan pendapatan negara, peningkatan belanja khususnya subsidi, serta pembiayaan defisit melalui SBN," tuturnya.

"APBN 2023 ini merupakan konsolidasi APBN kembali kepada defisit dibawah 3 peren PDB. Sehingga menempatkan Pemerintah untuk dapat melakukan usaha terbaik dalam mengoptimalkan penerimaan negara, pilihan prioritas belanja, dan ruang pembiayaan yang semakin terbatas," demikian Puan menutup.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya