Berita

Anggota DPD RI, Fahira Idris/Net

Politik

Pengusaha Menengah yang Kuat dan Banyak Bisa Jadi Pondasi Kemajuan Ekonomi Bangsa

SELASA, 16 AGUSTUS 2022 | 07:47 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Politik ekonomi Pancasila, dengan pengusaha menengah menjadi pilarnya adalah jalan bagi Indonesia untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat sesuai tema besar HUT ke-77 Kemerdekaan RI.

Begitu kata anggota DPD RI Fahira Idris kepada wartawan Selasa (16/8).

Menurutnya, pengusaha menengah yang kuat dan besar jumlahnya akan menjadi pondasi percepatan kemajuan ekonomi sebuah bangsa. Kemajuan ekonomi akan menjelma menjadi kekuatan dan ketangguhan terhadap terpaan krisis, jika terbentuk keterkaitan dan kemitraan yang saling menguntungkan antar pelaku ekonomi yang meliputi usaha kecil, menengah dan koperasi, usaha besar swasta, dan BUMN yang saling memperkuat untuk mewujudkan Demokrasi Ekonomi dan efisiensi nasional yang berdaya saing tinggi.
 

 
“Artinya, yang harus benar-benar kita hindari adalah saat ini dan sampai kapanpun adalah terjadinya penumpukan aset dan pemusatan kekuatan ekonomi pada seorang, sekelompok orang, atau perusahaan yang tidak sesuai dengan prinsip keadilan dan pemerataan,” ujar Fahira Idris .

Senator Jakarta ini mengurai bahwa pengusaha menengah akan mendongkrak ekonomi bangsa ini, jika diberi prioritas dan dibantu dalam mengembangkan usaha serta segala kepentingan ekonominya agar dapat mandiri terutama dalam pemanfaatan sumber daya alam dan akses kepada sumber dana.

Sementara, UMKM, koperasi, BUMN, dan BUMD sebagai pilar utama ekonomi nasional harus memperoleh kesempatan utama, dukungan, perlindungan dan pengembangan seluas-luasnya sebagai wujud keberpihakan yang tegas kepada kelompok usaha ekonomi rakyat tanpa mengabaikan peranan usaha besar.
 
“Jadi, segala denyut ekonomi, mulai dari produksi dan distribusi kebutuhan pokok, kegiatan pertanian dan perindustrian, kegiatan ekspor dan impor diselenggarakan sebesar-besarnya untuk kepentingan nasional dan digerakkan oleh pengusaha-pengusaha menengah,” tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya