Berita

Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango/RMOL

Politik

Nawawi Pomolango: Sulit Membayangkan Indonesia Memiliki Wakil-wakil Parpol Berintegritas dan Bersih dari Korupsi

SELASA, 09 AGUSTUS 2022 | 16:19 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sulit membayangkan Indonesia memiliki wakil-wakil partai politik (parpol) yang berintegritas dan bersih dari korupsi karena banyak kader-kader partai yang menjadi kepala daerah maupun anggota parlemen terlibat kasus korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango saat memberikan bekal antikorupsi kepada pengurus Partai Persatuan Indonesia (Perindo) di acara program Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Terpadu 2022 di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/8).

Nawawi mengatakan, sejak KPK berdiri, tidak kurang dari 300 anggota parlemen Indonesia telah menjadi pasien KPK. Bahkan, lebih dari 20 gubernur, tidak kurang dari 30 orang menteri, dan banyak lagi tokoh-tokoh politik yang berurusan dengan KPK.


"Melihat kenyataan tersebut rasanya sulit membayangkan Indonesia memiliki wakil-wakil partai yang berintegritas dan bersih dari korupsi," ujar Nawawi.

Padahal, lanjutnya, demokrasi di Indonesia tidak akan ada tanpa kehadiran parpol. Karena, parpol melahirkan pemimpin nasional, pemimpin daerah, hingga perwakilan rakyat di DPR/MPR.

"Dari perwakilan partai politik inilah lahir berbagai regulasi dan kebijakan-kebijakan rakyat, dan mencerahkan masa depan bangsa. Pada tiap kampanye, janji dan harapan rakyat ada pada setiap suara yang mereka berikan. Harapan akan kebijakan-kebijakan yang memihak rakyat, memperbaiki kehidupan mereka, dan mensejahterakan bangsa," jelasnya.

Nawawi menilai, tidak hanya mengabaikan aspirasi pemilih, para koruptor juga menggerogoti uang negara yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat.

"Korupsi berdampak pada seluruh program pembangunan di negeri ini, mulai dari perbaikan mutu pendidikan, hingga kesehatan yang terganggu, kemiskinan tidak dapat diatasi, tidak berlebihan jika korupsi dikatakan sebagai suatu extra ordinary crime, kejahatan yang luar bisa," katanya.

Oleh karena itu, masih kata Nawawi, KPK berusaha ikut andil memperbaikinya. Sejak 2012, KPK telah melakukan berbagai kajian soal parpol dan seluk beluk pemilu.

Bahkan, KPK sudah memberikan berbagai rekomendasi untuk perbaikan sistem, salah satunya sistem integritas parpol, dan peningkatan dana bantuan pemerintah untuk parpol, serta melakukan langkah konkrit untuk mengedukasi parpol tentang antikorupsi.

"Saat ini KPK telah memulai program Politik Cerdas Berintegritas Terpadu, sebuah rangkaian pendidikan antikorupsi untuk para kader parpol yang diikuti oleh 20 Partai Politik. PCB terpadu 2022 dilaksanakan guna mendorong komitmen integritas dan meningkatkan kesadaran budaya antikorupsi kepada para pengurus parpol," jelasnya.

Untuk itu, Nawawi berharap, parpol khususnya Partai Perindo hari ini yang mendapatkan bekal antikorupsi, dapat menghasilkan para pemimpin-pemimpin nasional dan daerah yang bersih dari korupsi.

"Harapannya, tidak akan ada lagi para pemimpin yang dihasilkan parpol yang dipenjara karena korupsi. Program PCB Terpadu yang digelar menjelang Pemilu 2024, akan membawa khazanah baru bagi perpolitikan Indonesia untuk lebih bersih, beretika, dan bebas dari korupsi," terangnya.

"Program ini juga merupakan salah satu bentuk pemberantasan korupsi, yaitu melalui sisi pendidikan dan pencegahan yang tengah digalakkan KPK, yang kami menyebutnya trisula pemberantasan korupsi, pendidikan, pencegahan, dan penindakan," sambung Nawawi menutup.

Dalam kegiatan PCB Terpadu 2022 ini, Ketua Umum (Ketum) Perindo, Hary Tanoesoedibjo batal hadir. Akan tetapi, kehadirannya diwakilkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Perindo, Ahmad Rofiq; Wakil Ketua Umum Partai Perindo, Bendahara Umum Partai Perindo; dan pengurus serta kader Perindo yang hadir langsung maupun melalui virtual.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya