Berita

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Heri Gunawan/Net

Politik

Pertumbuhan Ekonomi Seharusnya Bisa Lebih Tinggi dari 5,44 Persen

MINGGU, 07 AGUSTUS 2022 | 20:03 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pertumbuhan ekonomi Indonesia seharusnya bisa tumbuh lebih tinggi dari 5,44 persen (yoy) sebagaimana diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS). Pasalnya, banyak momentum yang mendukung terwujudnya pertumbuhan yang lebih tinggi.

Begitu tegas anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Heri Gunawan menanggapi apa laju ekonomi Indonesia yang baru saja dirilis BPS.

Hergun, sapaan akrabnya mengurai sejumlah momentum yang dimaksud. Mulai dari pelaksanaan puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H, serta diperbolehkannya mudik. Ada juga pemberian bantuan langsung minyak goreng, surplus perdagangan internasional, dan perubahan postur APBN 2022 untuk menambah subsidi energi.


Dia mengingatkan bahwa pada periode yang sama di tahun lalu, ekonomi mampu tumbuh 7,07 persen (yoy). Padahal pada periode tersebut mobilitas masyarakat masih terbatas.

“Kuartal II 2021 dan 2022 sama-sama bertepatan dengan pelaksanaan Ramadhan dan Idul Fitri. Namun, tahun lalu mudik masih dilarang. Sementara tahun ini mudik sudah diperbolehkan," bandingnya kepada wartawan, Minggu (7/8).

Seharusnya, mudik dan mobilitas masyarakat yang semakin longgar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Apalagi, data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjelaskan jumlah pemudik 2022 mencapai 85 juta orang dan 14 juta di antaranya berasal dari pemudik Jabodetabek. Menurut Kemenhub, terdapat sekitar 2,1 juta kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek pada mudik Lebaran 2022.

"Besarnya jumlah pemudik telah mendorong permintaan di berbagai sektor, mulai dari jasa transportasi, pakaian jadi, makanan dan minuman, perhotelan, hingga jasa telekomunikasi," lanjutnya.

Idealnya, kata Hergun, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II bisa menyamai capaian tahun lalu yakni 7,07 persen. Hal tersebut agar lebih meringankan beban target pertumbuhan ekonomi pada sisa 2022.

Kini, Hergun mewanti-wanti agar ada strategi jitu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tetap di atas 5 persen di tengah tantangan inflasi, resesi, dan stagflasi.

"Dengan kebersamaan dan soliditas serta kolaborasi berbagai pihak, mudah-mudahan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen pada 2022 bisa tercapai, sehingga target pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan serta target kesejahteraan lainnya bisa direalisasikan," pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya