Berita

Pertemuan para menteri ASEAN-India/Net

Dunia

Punya Satu Visi untuk Banyak Isu, India dan ASEAN Jalin Kemitraan Erat di Indo-Pasifik

MINGGU, 07 AGUSTUS 2022 | 08:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

India telah muncul menjadi salah satu mitra terdekat ASEAN. Keduanya memiliki pandangan yang sama untuk berbaai isu, mulai dari penanganan pandemi Covid-19, keamanan, terorisme, hingga perang di Ukraina, dan krisis Myanmar.

Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar menyebut kemitraan tersebut memiliki konvergensi yang kuat. Hal itu ia sampaikan selama pertemuan tingkat menteri ASEAN-India di Phnom Penh, Kamboja pada Kamis (4/8).

“Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-India yang produktif di Phnom Penh," kata Jaishankar lewat cuitannya di Twitter.


"Konvergensi yang kuat di Indo-Pasifik, UNCLOS, Konektivitas, Covid-19, Terorisme, Keamanan Siber, Ukraina, dan Myanmar,” tambahnya.

Jaishankar mengatakan kedua belah pihak mengidentifikasi domain digital, kesehatan, pertanian, pendidikan dan pertumbuhan hijau sebagai bidang yang mendorong kemitraan selanjutnya.

“Digital, kesehatan, pendidikan pertanian dan pertumbuhan hijau akan mendorong kemitraan kami. Act East terungkap dengan mantap," imbuhnya.

Pertemuan para menlu ASEAN difokuskan untuk membahas perkembangan keseluruhan di kawasan Indo-Pasifik dan cara-cara untuk lebih memperluas hubungan dengan latar belakang perkembangan geopolitik, termasuk krisis di Ukraina.

Para menlu juga membahas situasi di Laut China Selatan, menggarisbawahi perlunya mengikuti prinsip-prinsip Konvensi PBB untuk Hukum Laut (UNCLOS) di kawasan tersebut.

Hubungan dialog ASEAN-India dimulai dengan pembentukan kemitraan sektoral pada tahun 1992. Ini berlanjut ke kemitraan dialog penuh pada bulan Desember 1995 dan kemitraan tingkat puncak pada tahun 2002.

Hubungan tersebut ditingkatkan menjadi kemitraan strategis pada tahun 2012.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Serangan terhadap Konvoi Pasukan UNIFIL di Lebanon Tewaskan Dua Personel

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:53

Mantan Dirjen PHU Hilman Latief Diduga Terima Duit Ribuan Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:36

Sejumlah Kades di Lebak Ngadu ke DPR Minta Segera Wujudkan DOB

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:10

Maktour Raup Rp27,8 Miliar dari Permainan Kuota Haji

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:55

Pengorbanan TNI Bukti Nyata Komitmen Indonesia Jaga Perdamaian Dunia

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:41

Mantan Anak Buah Yaqut Diduga Terima 436 Ribu Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:14

Serangan Israel ke Pasukan UNIFIL Pelanggaran Serius Resolusi DK PBB

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:01

Tim Garuda Gigit Jari Usai Ditekuk Bulgaria 0-1

Senin, 30 Maret 2026 | 23:33

Kader PDIP Siap Gotong Royong Bantu Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Senin, 30 Maret 2026 | 23:17

DKI Siap Hadirkan Zebra Cross Standar di Jalan Soepomo Tebet

Senin, 30 Maret 2026 | 22:47

Selengkapnya