Berita

Presiden China Xi Jinping/Net

Dunia

Pengamat: Kunjungan Pelosi ke Taiwan Ancam Masa Jabatan Tiga Periode Xi Jinping

MINGGU, 07 AGUSTUS 2022 | 07:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan pada 2 Agustus lalu menjadi tantangan besar bagi Xi Jinping yang tengah berusaha mengamankan masa jabatan ketiganya, atau bahkan masa jabatan seumur hidupnya sebagai Presiden Republik Rakyat China.

Tanggapan Xi atas kunjungan tersebut dan menangani hubungan antara China dan AS diyakini akan sangat menentukan kekuasaannya yang seharusnya berakhir pada tahun depan.

Itu juga yang diyakini oleh penulis senior di Nikkei Asia, Katsuji Nakazawa.


Dalam analisanya, Katsuji juga menyoroti akan digelarnya pertemuan Beidaihe tahunan di Provinsi Hebei, China pada pekan ini. Itu adalah pertemuan antara para pemimpin dan tetua dari Partai Komunis China (PKC) untuk membahas berbagai masalah. Pertemuan dilakukan secara informal dan tertutup.

Di antara para tokoh negara yang akan ditemui Xi, ia juga akan bertemu dengan mantan Presiden China Jiang Zemin.

Selama masa jabatannya 25 tahun yang lalu, Jiang menghadapi hal serupa seperti Xi, di mana DPR AS Newt Gingrich melakukan perjalanan ke Taiwan. Jiang dengan cekatan menangani Gingrich, dan hubungan antara China dengan AS dalam masa jabatannya tumbuh secara signifikan.

"Cara Xi mengelola situasi pasti akan dibandingkan dengan Jiang," kata Katsuji.

Menurut Katsuji, Xi telah melakukan berbagai upaya untuk melampaui Jiang dan pendahulunya, Hu Jintao, sepanjang masa kepresidenannya sejak 2013. Xi dapat dengan cekatan menyeimbangkan politik internal, hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat, dan perselisihan Taiwan.

"Jika China berhasil melobi atau memberikan tekanan dan mencegah perjalanan Pelosi, Xi mungkin akan memenangkan kepercayaan dalam pertemuan Beidaihe mendatang," ujar Katsuji.

Kendati begitu, ia menekankan, Xi menghadapi kesulitan untuk menangani hubungan antara China dan AS, yang sebelumnya erat di masa pemerintahan Jiang.

Hubungan dengan AS memang telah menjadi faktor penting yang mempengaruhi politik dalam negeri China. Beijing juga kemungkinan akan mengambil tindakan lebih lanjut untuk mencegah lebih banyak kunjungan pejabat AS ke Taiwan.

Setelah menjabat dua periode sebagai Presiden China, langkah Xi untuk melanggengkan kekuasaannya semakin mulus. Pada 2018, terjadi penghapusan aturan pembatasan jabatan presiden dua periode. Kemudian muncul resolusi PKC yang disebut-sebut membuka jalan Xi menjadi "presiden seumur hidup".

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya