Berita

Ilustrasi Kereta Cepat Jakarta Bandung/Net

Politik

Soal Proyek KCJB, Nasdem Minta Komisi VI Undang BUMN dan BPK

KAMIS, 04 AGUSTUS 2022 | 17:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali meminta agar Komisi VI DPR RI untuk memanggil Menteri BUMN Erick Thohir dan juga Badan Pemeriksa Keuangan. Permintaan itu untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pembengkakan biaya megaproyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang menggunakan APBN.

"Komisi VI mengundang BUMN untuk dimintai keterangan,sekaligus juga ke BPK. Kenapa terjadi pembengkakan dari rencana awal,” kata Ahmad Ali ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (4/8).

Dengan meminta keterangan dari BUMN dan BPK, kata Ahmad Ali, diharapkan akan menjawab kegelisahan para ekonom terkait dugaan skandal korupsi besar dalam proyek tersebut.


"Setelah itu sudah selesai adanya perhitungan itu, baru kita lihat apakah pembengkakan itu karena upaya seseorang memperkaya diri sendiri atau karena faktor teknis, dan alam yang membuat pembengkakan biaya tersebut,” katanya.

Pihaknya justru meminta pemerintah untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa proyek tersebut memiliki dampak positif yang luas bagi laju perekonomian nasional. Apalagi, jika proyek tersebut dapat balik modal dari banyaknya pengeluaran negara dalam proyek kereta cepat itu.

"Sehingga, apapun itu, negara kalau tidak salah negara sudah menggelontorkan uang APBN untuk ke situ, nantinya proyek strategis nasional ini untuk bisa diselesaikan pembangunannya dan dimanfaatkan, sehingga masyarakat bisa menikmati manfaat dari adanya kereta cepat itu,” ujarnya.

“Seperti keyakinan pemerintah ketika proyek ini dikerjakan dan digagas ini akan membawa berbagai dampak termasuk dampak ekonomi antara masyarakat yang ada di Jawa Barat dan DKI Jakarta bahkan di sekitarnya,” tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya