Berita

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali/Net

Politik

Bukan Pansus, Nasdem Setuju Ada Panja Kereta Cepat Jakarta Bandung

KAMIS, 04 AGUSTUS 2022 | 17:36 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ekonom senior Indef Prof. Didik J Rachbini meminta parlemen segera membentuk panitia khusus megaproyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) lantaran proyek tersebut dianggap mengada-ada, dan menelan uang negara sangat besar.

Terlebih dalam situasi krisis global saat ini yang dikhawatirkan dengan adanya proyek tersebut, membuat ekonomi nasional dibebankan utang yang sangat besar.

Merespons hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali menuturkan, permintaan membuat Pansus hal yang wajar disampaikan masyarakat terutama pakar ekonomi yang telah melakukan penelitian terhadap proyek kereta cepat tersebut.


Namun demikian, menurut Ali, proyek tersebut belum ditemukan adanya indikasi penyimpangan aliran dana yang mengakibatkan kerugian negara skala besar.

“Memang hari ini proyek kereta cepat Jakarta-Bandung itu sedang dalam proses pengerjaannya, dan kemudian kita belum mendapatkan indikasi atau perhitungan kerugian negara dari proyek tersebut,” kata Ahmad Ali ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (4/8).

Pihaknya mengakui bahwa proyek tersebut menelan uang negara yang sangat besar. Bahkan kata Ahmad Ali, hingga membebani APBN.

Namun demikian, menurut Ahmad Ali, tidak perlu membuat Pansus tapi hanya perlu panitia kerja (Panja).

"Enggak perlu membuat pansus kalau mau ingin dilihat cukup dengan Panja, untuk kita melihat apa permasalahan,” tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya