Berita

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron/Net

Politik

Di Hadapan Sri Mulyani, Pimpinan KPK Urai Masalah Integritas Data yang Akibatkan Program Pemerintah Tidak Sesuai Kebutuhan

RABU, 03 AGUSTUS 2022 | 10:24 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Integritas data yang tidak ada di masing-masing sektor dan tidak adanya kepaduan data secara real time mengakibatkan program-program pemerintah yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan tidak tepat. Hal ini yang kemudian mengakibatkan korupsi bisa terjadi.

Begitu kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron di acara Webinar Digitalisasi sebagai Sarana Pencegahan Korupsi dan Optimalisasi PNBP oleh Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) yang juga dihadiri oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati secara virtual, Rabu pagi (3/8).

Dalam acara ini, Ghufron mengatakan, salah satu akar masalah korupsi adalah persoalan integritas. Integritas pun dibagi menjadi dua hal, yakni integritas moral manusia, dan integritas data.


"Ketidakintegritasan data itu karena selama ini data di masing-masing sektor kita belum bisa memadukan secara real-time," ujar Ghufron seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Rabu pagi (3/8).

Sehingga, kata Ghufron, ketidakintegritasan data mengakibatkan banyak program-program yang tidak sesuai dengan kebutuhan, maupun waktu yang tidak tepat sasaran.

"Kemudian jumlahnya tidak tepat, karena memang yang dipotret kadang datanya ada yang lebih, ada yang kurang, sehingga mengakibatkan ketidaktepatan itu menimbulkan banyak hal, salah satunya adalah korupsi," pungkas Ghufron.

Selain Ghufron dan Sri Mulyani, acara ini juga menghadirkan beberapa narasumber lainnya, yakni Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan; Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwojono Moegiarso; Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi.

Selanjutnya, Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono; Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Yose Rizal; dan Kepala Lembaga Nasional Single Window, Mochamad Agus Rofiudin.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya