Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Putin: AS adalah Ancaman Terbesar untuk Ambisi Rusia Jadi Kekuatan Maritim Dunia

SENIN, 01 AGUSTUS 2022 | 09:50 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani doktrin baru untuk Angkatan Laut setebal 55 halaman yang menetapkan tujuan strategis dari militernya, termasuk menetapkan ambisinya untuk menjadi kekuatan maritim raksasa.

Disebutkan, Rusia menetapkan ambisi maritim global untuk wilayah-wilayah penting, seperti Kutub Utara dan Laut Hitam.

Doktrin itu juga menyebutkan ancaman utama bagi Rusia adalah kebijakan strategis Amerika Serikat (AS) untuk mendominasi lautan dunia, dan pergerakan NATO yang lebih dekat ke perbatasan Rusia.


"Rusia dapat menggunakan kekuatan militernya dengan tepat untuk situasi di lautan dunia jika softpower seperti alat diplomasi dan ekonomi, gagal," begitu isi doktrin tersebut, seperti dimuat Reuters, Minggu (31/7).

Rusia juga memiliki prioritas untuk mengembangkan kerjasama strategis dengan India, serta kerjasama yang lebih luas dengan Iran, Irak, Arab Saudi, dan negara-negara lain di kawasan.

"Dipandu oleh doktrin ini, Federasi Rusia akan dengan tegas dan tegas membela kepentingan nasionalnya di lautan dunia, dan memiliki kekuatan maritim yang cukup akan menjamin keamanan dan perlindungan mereka," kata doktrib itu.

Doktrin itu ditandatangani oleh Putin sebelum menyampaikan pidato pada Hari Angkatan Laut Rusia di St Petersburg.

Setelah memeriksa angkatan laut, Putin membuat pidato singkat dan berjanji bahwa apa yang disebut-sebut sebagai rudal jelajah hipersonik Zirkon Rusia memiliki kekuatan militer untuk mengalahkan setiap agresor potensial.

Pidato Putin tidak menyebutkan konflik di Ukraina.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya