Berita

Presiden RI, Joko Widodo/Net

Politik

Pengamat: Jokowi Ingin Gembosi PDIP Lewat Relawannya?

SENIN, 01 AGUSTUS 2022 | 07:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Menjelang dua tahun berakhir masa jabatannya, Presiden Joko Widodo tak kunjung membubarkan para relawan pendukungnya. Bahkan, Jokowi justru terlihat terus merawat para relawannya untuk melakukan perlawanan kepada pada pengusungnya, yakni PDI Perjuangan.

Dugaan itu disampaikan langsung oleh Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, menanggapi sikap Jokowi yang mengumpulkan relawan di Istana Kepresidenan Bogor pada Jumat kemarin (29/7).

"Mestinya Jokowi segera membubarkan relawan sejak ia terpilih sebagai Presiden," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/8).

Karena, kata doktor Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) ini, jika relawan masih ada, maka seolah Presiden Jokowi hanya presidennya relawan, padahal Jokowi adalah presiden seluruh rakyat Indonesia.
 
"Tidak hanya itu, publik makin bertanya-tanya, apakah dengan masih memelihara dan merawat relawan merupakan salah satu bentuk perlawanan bahkan penggalangan kekuatan untuk melawan parpol pengusung, dalam hal ini PDIP?" tanya Saiful.

Jika tujuannya ke arah itu, lanjut Saiful, maka perlu menjadi perhatian serius bagi PDIP. Jangan-jangan Jokowi ingin menggembosi PDIP melalui relawan-relawannya.

"Di mana kita tahu dalam beberapa kesempatan sering berseberangan antara relawan dengan harapan dan keinginan PDIP," pungkas Saiful.

Populer

Said Merokok di Pesawat Pribadi, Arief Poyuono: Inikah Anggota Dewan Pengusul Hapus Listrik 450 VA?

Sabtu, 17 September 2022 | 11:18

AHY Bandingkan Pembangunan SBY dan Jokowi, Ridwan Bae: Jokowi Lebih Baik, Saya Punya Data

Sabtu, 17 September 2022 | 19:22

Kapal Kargo Minyak Rusia Berisi 700 Ribu Barel Minyak Mentah Menuju Kuba

Sabtu, 17 September 2022 | 16:40

Kamarudin Simanjuntak: Penyidik Seperti Tidak Ikhlas Ferdy Sambo Jadi Tersangka

Sabtu, 17 September 2022 | 05:52

Saat Diam Saja Elektabilitas SBY 10 Persen, Kalau Turun Gunung Pasti Demokrat Meroket

Minggu, 18 September 2022 | 09:28

Ganjar Ngaku Tak Kenal Eko Kuntadhi, PA 212: Ngibul yo ngibul Tapi Ojo Ngono Toh, Mas Ganjar

Sabtu, 17 September 2022 | 03:28

Sindir AHY, Direktur PPI: Faktanya, Publik Melihat Jokowi Massif Membangun Infrastruktur

Minggu, 18 September 2022 | 09:58

UPDATE

Aktivitas Politik China Berjalan Normal, Rumor Kudeta Xi Jinping Sebatas Psy-War Barat?

Senin, 26 September 2022 | 09:35

Namanya Diusulkan PPP Jakarta, Anies Bahas Capres Usai 16 Oktober

Senin, 26 September 2022 | 09:34

Negaranya Dilanda Krisis Ekonomi Parah, Menteri Keuangan Pakistan Mundur

Senin, 26 September 2022 | 09:23

Ketua MA Gagal Besar dalam Membina Hakim dan Aparatur Peradilan

Senin, 26 September 2022 | 09:18

Hari Ini, Lukas Enembe Dijadwalkan Diperiksa sebagai Tersangka di Gedung Merah Putih KPK

Senin, 26 September 2022 | 08:58

Sempat Mogok Beroperasi Karena Maraknya Pembobolan, Bank-bank di Lebanon Hari Ini Buka Kembali

Senin, 26 September 2022 | 08:57

Pakar Pidana: Jika Merasa Tidak Bersalah, Lukas Enembe Seharusnya Kooperatif saat Dipanggil KPK

Senin, 26 September 2022 | 08:55

Tim Bayangan Diduga Jadi Penyebab RUU Sisdiknas Carut Marut, Pengamat: Bubarkan!

Senin, 26 September 2022 | 08:44

Senator AS: Joe Biden akan Menghadapi Pemakzulan jika Partai Republik Menang Pemilihan Paruh Waktu

Senin, 26 September 2022 | 08:40

Serbia Tidak Akan Akui Hasil Referendum Donbas yang Ingin Gabung ke Rusia

Senin, 26 September 2022 | 08:25

Selengkapnya