Berita

Presiden Rusia, Vladimir Putin/Net

Dunia

Pakar Rusia: Invasi ke Ukraina adalah Awal dari Akhir Kejayaan Vladimir Putin

MINGGU, 31 JULI 2022 | 10:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Invasi Rusia ke Ukraina yang berlangsung sejak 24 Februari lalu merupakan awal dari akhir kejayaan Vladimir Putin. Terlihat dari semakin banyaknya respons negatif yang ia dapat, baik di luar maupun dalam negeri.

Begitu prediksi dari pakar Rusia, Iver Neumann dalam wawancaranya dengan Radio Free Europe yang diterbitkan pada Sabtu (30/7).

Selama lebih dari lima bulan, invasi yang disebut oleh Putin sebagai "operasi militer khusus itu" belum membuahkan hasil yang signifikan terhadap tujuannya untuk membebaskan wilayah separatis Donbas.


Alih-alih, reaksi internasional semakin keras, memicu gelombang sanksi besar-besaran yang menghantam ekonomi Rusia dan kepemimpinan Putin.

Menurut Neumann yang berasal dari Norwegia, invasi ini berkontribusi pada "awal dari akhir" kepemimpinan Putin.

"Jadi, sejak masa jabatan Putin dimulai 22 tahun yang lalu, sangat sedikit, jika ada, yang benar-benar terjadi pada ekonomi. Dan saya merasa menakjubkan bahwa seorang Marxis terlatih seperti Putin tidak memahami bahwa faktor material adalah esensinya, " ujarnya.

Kendati begitu, Neumann mengaku sulit untuk memprediksi dengan tepat kapan rezim itu akan runtuh atau apa yang bisa terjadi selanjutnya.

"Rezimnya telah melakukan pekerjaan menyeluruh untuk membasmi pemikiran dan kerja liberal terorganisir di Rusia. Buruk bagi negara, baik untuk rezim Putin," kata Neumann.

Pernyataan Neumann datang ketika Rusia terus berjuang untuk mencapai tujuannya di Ukraina, dan beberapa ahli menyarankan Rusia berada dalam bahaya kalah perang.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya