Berita

Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari/Net

Dunia

Geng Kriminal hingga ISIS Masih Bergentayangan, Presiden Nigeria Terancam Dimakzulkan

KAMIS, 28 JULI 2022 | 10:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Nigeria Muhammadu Buhari terancam dimakzulkan lantaran masalah keamanan yang semakin memburuk, dengan kehadiran geng-geng kriminal hingga kelompok teroris ISIS.

Senator dari partai oposisi Partai Rakyat Demokratik (PDP), telah mengajukan mosi yang memberi Buhari waktu enam pekan untuk meningkatkan keamanan negara. Jika tidak, maka ia akan menghadapi pemakzulan 10 bulan sebelum akhir masa jabatan keduanya.

"Tidak ada tempat yang aman di Nigeria, bahkan Abuja. Langkah-langkah mendesak perlu diambil. Kami telah memberi presiden waktu enam minggu untuk menyelesaikan masalah ini atau kami memakzulkannya," kata Senator Philip Aduda, seperti dikutip dari Reuters.


Aduda mengatakan mosi itu kemungkinan diblokir oleh Presiden Senat, yang bisa memicu pemogokan oleh Senator oposisi.

Parlemen sendiri dikendalikan oleh partai All Progressive Congress (APC) yang berkuasa. Sementara setiap langkah untuk memakzulkan Buhari akan membutuhkan dukungan oleh dua pertiga Senator.

Menteri Penerangan Lai Mohammed mengatakan langkah pemakzulan Buhari adalah propaganda.

"Kami bekerja sepanjang waktu untuk memastikan situasi terkendali," kata Mohammed.

Nigeria sedang berjuang dengan masalah keamanan di seluruh wilayahnya, termasuk perampokan bersenjata oleh geng kriminal, pemberontakan ISIS, hingga serentetan penculikan sekolah massal.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya