Berita

Ilustrasi demonstrasi ojek online/RMOL

Politik

Bawa Empat Tuntutan, Aliansi Ojol Bakal 'Aksi Tanpa Kata' di Kementerian Perhubungan

SENIN, 25 JULI 2022 | 22:15 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Aliansi Barisan Ojol Merdeka (BOM ) berencana turun jalan menggelar aksi di Kementerian Perhubungan, Jakarta. Aksi bertema "Aksi Tanpa Kata" ini, akan digelar pada Rabu (27/7).

Penanggung jawab aksi, Krisna mengatakan, unjuk rasa itu untuk menyampaikan desakan agar Peraturan Menteri Perhubungan 12/2019 Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang digunakan untuk Kepentingan Masyarakat konisten diterapkan.

"Kami sebagai pengemudi ojek Online sekaligus Tim 10 yang menjadi bagian dalam perumusan Peraturan Menteri Perhubungan 12/2019 menuntut konsistensi Kementerian Perhubungan dalam penerapan aturan itu dan Keputusan Menteri 548/2020," kata Krisna dalam keterangannya, Senin (25/7).


Krisna mengatakan juga, aksi itu membawa empat tuntutan. Yakni, evaluasi tarif ojek online di Indonesia, revisi peerjanjian kemitraan yang dinilai sepihak, revisi UU Cipta Kerja, serta akui dan sejahterakan ojek online Indonesia.

Kata dia, semua tuntutan itu bukan tanpa dasar. Terlebih, di tengah kenaikan harga bahan pokok yang tidak disertai peningkatan taraf kesejahteraan hidup.

"Tarif atau pendapatan yang layak ada di dalam PM 12 dan KP 548 yang semestinya direvisi maksimal satu tahun sekali, sedangkan evaluasi tarif terakhir dilakukan pada awal tahun 2020," terangnya.

Sambungnya, BOM sebelumnya juga sudah menggelar aksi di Kementerian Perhubungan. Namun, hingga kini belum ada langkah konkret terhadap upaya penyejahteraan ojol.
 
Padahal, kata Krisna, seluruh rakyat Indonesia tak terkecuali ojok, punya hak yang sama untuk mendapatkan kehidupan yang layak.

"Kami berharap melalui aksi ini Bapak Presiden Joko Widodo bisa melakukan evaluasi terhadap kinerja kementerian yang terkait dalam ekosistem transportasi berbasiskan aplikasi," katanya.

"Mudah-mudahan dengan Aksi Tanpa Kata bisa terwujud kesejahteraan ojek online Indonesia pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya," demikian Krisna.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya