Berita

Temuan survei LSI terkait persepsi publik terhadap kondisi ekonomi nasional /Repro

Politik

Temuan LSI, Mayoritas Publik Nilai Kondisi Ekonomi Nasional Buruk

MINGGU, 24 JULI 2022 | 14:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Lembaga Survei Indonesia (LSI) telah mengeluarkan hasil temuannya mengenai persepsi publik terhadap ekonomi nasional. Hasilnya, mayoritas publik masih menganggap negatif kondisi ekonomi Indonesia dalam kurun waktu setahun terakhir.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menuturkan bahwa dalam surveinya peneliti menanyakan persepsi publik terhadap situasi ekonomi nasional sejak Juni hingga awal Juli silam. Publik beranggapan, mayoritas publik masih menilai buruk kondisi ekonomi nasional.

“Artinya persepsi ekonomi masih negatif, dibandingkan yang menilai positif masih sedikit. Penilaian negatif itu terhadap ekonomi itu merata di seluruh kategori demografis gender kemudian usia dan seterusnya,” ucap Djayadi dalam keterangannya secara virtual, Minggu (24/7).


Djayadi menambahkan, di sisi lain, persepsi anak muda terhadap kondisi ekonomi nasional justru positif saat ini.

“Yang agak positif penilaiannya hanya di kalangan yang usia muda, atau pemilih pemula di sini tertulis ada 33 persen yang menilai kondisi ekonomi lebih baik ada 20 yang menilai baik ada penilaian positif dari kelompok yang paling muda,” ucapnya.

Kemudian, masyarakat yang berpendapatan rendah justru menilai kondisi ekonomi di Indonesia justru berimbang, antara positif dan negatif. Wilayah yang menilai positif pertumbuhan ekonomi ada di kawasan Jawa Tengah, DIY, Maluku, dan juga Papua.

“Tapi secara umum penilaian terhadap kondisi ekonomi adalah negatif,” imbuhnya.

Jika dilihat secara umum, kata Djayadi, tren dari persepsi publik ini dari waktu ke waktu sejak Mei 2022 yang lalu. Survei nasional terakhir dilakukan LSI melalui telepon itu tidak banyak berubah.

“Kondisi ekonomi masih stagnan masih lebih banyak yang menilai negatif dibandingkan yang bernilai positif,” tutupnya.

Survei LSI ini dilakukan pada periode Juni hingga awal Juli 2022, dengan metodologi random digit dialing melalui sambungan telepon sebanyak 1.206 responden, dengan memilih sampel secara acak.

Margin of error survei ini kurang lebih 2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 29 persen, asumsi sample random sampling.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya