Berita

Menteri Luar Negeri Bangladesh A.K. Abdul Momen ketika melakukan wawancara dengan Kantor Berita Politik RMOL di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Senin, 18 Juli 2022/Repro

Dunia

Menlu Abdul Momen: Rohingya Bukan Tanggung Jawab Bangladesh Sendiri

RABU, 20 JULI 2022 | 11:13 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sebanyak 1,1 juta orang Rohingya masih tinggal di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh, termasuk Cox's Bazar yang terbesar. Namun isu Rohingya telah menjadi dilema tersendiri bagi Bangladesh.

Berbicara dalam wawancara dengan Kantor Berita Politik RMOL pada Senin (18/7), Menteri Luar Negeri Bangladesh A.K. Abdul Momen menegaskan pihaknya menerima orang-orang Rohingya atas pertimbangan kemanusiaan, meski secara sumber daya Dhaka belum mampu.

"Tidak ada pihak yang melindungi mereka (Rohingya), sehingga Perdana Menteri kami (Sheikh Hasina), atas pertimbangan kemanusiaan, membiarkan mereka datang," kata Menlu Momen ketika dijumpai di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.


Menlu Momen menyebut, selama lima tahun terakhir, berbagai upaya repatriasi telah dilakukan. Tetapi pengungsi Rohingya belum ada yang kembali ke negara asal mereka, Myanmar.

Menurutnya, pihak Myanmar sendiri menginginkan Rohingya untuk kembali dan telah berkomitmen memberikan perlindungan pada mereka.

Sehingga, Menlu Momen berharap, pihak Myanmar dapat mengunjungi kamp-kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh untuk melakukan konsultasi.

"Kami bukan negara kaya, kami negara terpadat di dunia, kami tidak punya ruang yang cukup untuk membiarkan mereka ada di negara kami," terangnya.

"Rohingya adalah orang ASEAN. Kami, Bangladesh, menolong mereka. Tapi ini bukan tanggung jawab Bangladesh sendiri. Rohingya adalah isu global, terutama ASEAN," tegasnya.

Saat ini, upaya repatriasi pengungsi Rohingya menghadapi tantangan dengan ketidakstabilan situasi di Myanmar setelah negara tersebut menghadapi kudeta militer pada Februari tahun lalu, yang membuat pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi terguling.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya