Berita

Pesawat latih tempur T-50i Golden Eagle milik TNI AU yang jatuh/Ist

Pertahanan

Pengamat Militer: Kecelakaan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU Masalah Perawatan

SELASA, 19 JULI 2022 | 22:46 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Insiden kecelakaan pesawat latih tempur ringan T-50i Golden Eagle yang digunakan TNI AU diyakini terjadi karena masalah perawatan. Sebab, pesawat buatan Korea Selatan tersebut terbilang baru, bukan pembelian dalam keadaan bekas.

"Saya pikir masalahnya lebih pada soal pemeliharaan dan perawatan (harwat). Karena tanpa pemeliharaan dan perawatan yang rutin sesuai dengan jadwal, sangat mungkin berpotensi terjadi kecelakaan,” ucap pengamat militer Beni Sukadis kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (19/7).

Terkait kecelakaan yang terjadi pada Senin malam (18/7) itu, Beni mendesak proses investigasi perlu dikawal hingga tuntas untuk mengetahui penyebab utama kecelakaan tersebut.


“Kita harus cermati pula dalam proses investigasi kecelakaan pesawat ini, apakah ada aspek lain (seperti human error) yang mungkin menjadi penyebab kecelakaan ini. Sehingga hasil investigasi ini menjadi bahan masukan bagi perbaikan-perbaikan di bidang keselamatan penerbangan militer,” ujarnya.

Di sisi lain, kecelakaaan ini merugikan negara, khususnya TNI. Sebab selain kehilangan pesawat, juga berakibat hilangnya nyawa personel TNI AU sebagai penjaga kedaulatan negara serta kerugian lainnya.

"Dengan kata lain, pemerintah dan Komisi I DPR sebagai pengawas pemerintah bidang pertahanan harusnya memberikan perhatian serius dalam upaya peningkatan dana harwat agar di masa depan kecelakaan seperti ini bisa dihindari,” demikian Beni.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya