Berita

Tes acak Covid-19 kepada para pemudik saat Idulfitri 1443 H/RMOL

Politik

Covid Belum Reda, Masyarakat Diminta Perketat Protokol Kesehatan

SELASA, 19 JULI 2022 | 17:04 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap munculnya subvarian baru dari Covid-19 Omicron. Meski disebut tidak terlalu membahayakan bagi penerima vaksin booster, protokol kesehatan diimbau tidak kendur.

Sebab menurut Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, subvarian baru tersebut bisa menjangkit masyarakat yang sudah menerima vaksin booster. Meski, kata dia, efek positif booster memang menghindarkan rasa sakit serius sampai kematian.

"Varian BA.4 dan BA.5 dan subvarian baru BA.2.75 masih bisa menembus tubuh yang sudah divaksin booster sekalipun," kata Rahmad Handoyo kepada wartawan, Selasa (19/7).


Rahmad Handoyo juga menyoroti program vaksinasi yang hingga saat ini belum sesuai harapan. Disebutkan, vaksinasi masih di bawah 70 persen, bahkan untuk vaksin dosis ketiga atau booster masih di bawah 25 persen.

Legislatif Fraksi PDI Perjuangan ini pun meminta pemerintah terus meningkatkan surveillance, testing, tracing. Karena, dari hasil pemantauan terhadap masyarakat, ketiga hal tersebut menjadi salah satu kunci untuk melawan Covid-19.  

Dia juga mengimbau agar pemerintah memperketat level PPKM saat ada tanda-tanda kenaikan kasus yang signifikan.

“Tugas pemerintah harus memantau terus kenaikan kasus varian BA.4, BA.5 dan BA.2.75. Termasuk tingkat risiko varian baru tersebut harus dipantau apakah lebih, sama, atau lebih ringan dibandingkan (varian) Delta,” tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya