Berita

Chairman Pusat Studi Air Power Indonesia Chappy Hakim/Ist

Politik

Cepat Atau Lambat, AUKUS dan QUAD jadi Duri dalam Daging di Antara Indonesia-Australia

SABTU, 16 JULI 2022 | 22:24 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Dinamika dan perkembangan dunia yang penuh ketidak pastian hari-hari ini dengan perang dagang Amerika Serikat dan China serta berlangsungnya perang Rusia-Ukraina, perlahan tapi pasti akan berdampak pada Indonesia.

Salah satu dampaknya, dalam pandangan Chappy Hakim, Chairman Pusat Studi Air Power Indonesia, kondisi global tersebut akan berpengaruh kepada hubungan baik antara Australia dan Indonesia.   

"Salah satu persoalan yang berkembang paling mutakhir adalah mengenai AUKUS dan QUAD atau Quadrilateral Security Dialogue," ujar Chappy Hakim dalam Simposium Ilmuan Hubungan Internasional di Universitas Nasional Jakarta, Kamis lalu (14/7).   


AUKUS adalah kerjasama Australia, United Kingdom dan Amerika Serikat, dengan isu rencana perkuatan kapal selam bertenaga nuklir untuk Angkatan Laut Australi.

Sementara QUAD, merupakan forum dialog strategis dan eksklusif antara Australia, India, Amerika Serikat dan Jepang.

Memang, diakui Chappy Hakim, tak dapat dihindari pasti akan mengundang pertanyaan besar mengenai apa sebenarnya pengaruh dua hal itu terhadap hubungan Indonesia Australia.

"AUKUS dan QUAD dapat dikatakan sebagai atau merupakan produk sampingan dari US China Trade War, perang Rusia Ukraina dan kenaikan suhu di Laut China Selatan," katanya menjelaskan.

Apalagi, lanjutnya, hubungan Indonesia dan Australia dalam beberapa kesempatan juga pasang surut. Sehingga, dengan munculnya AUKUS dan QUAD menjadi tantangan tersendiri bagi Anthony Albanese yang baru saja menjadi Perdana MEnteri Australia untuk bisa menjaga hubungan baik dengan Indonesia.

"AUKUS dan QUAD cepat atau lambat pasti akan merupakan duri dalam daging hubungan Indonesia Australia. Itulah tantangan yang tengah menghadang PM Australia," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya