Berita

Prabowo Subianto saat menghadiri Kongres XVI Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (15/7)/Ist

Politik

Prabowo Makin Mesra dengan Elite PKB di Arena Kongres Fatayat NU

SABTU, 16 JULI 2022 | 00:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menghadiri Kongres XVI Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (15/7).

Menteri Pertahanan (Menhan) itu tampak sangat mesra ketika bertemu dengan Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Jazilul Fawaid.

Keduanya hadir memenuhi undangan Pengurus Pusat Fatayat NU yang sedang menggelar hajatan Kongres sebagai agenda tertinggi di Fatayat NU, salah satunya  untuk memilih ketua umum PP Fatayat NU masa bakti 2022-2027.


Prabowo yang mengenakan baju khas berwarna coklat, terlihat menjabat tangan dan menepuk-nepuk pundak Jazilul saat keduanya berkesempatan naik ke atas panggung di sela peluncuran logo Kongres Fatayat NU.

Prabowo hadir di acara tersebut dalam kapasistasnya sebagai Menteri Pertahanan sementara Jazilul hadir mewakili Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Sebelumnya di momentum berbeda, Ketua Cak Imin juga menunjukkan kemesraan ketika bertemu dengan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani saat keduanya melaksanakan ibadah haji, beberapa waktu belakangan ini. Cak Imin bahkan mengunggah pertemuannya dengan Muzani di akun media sosialnya, @cakiminnow.

Sementara itu, ikut mendampingi Prabowo sejumlah jenderal senior TNI antara lain mantan Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, mantan Wamenhan Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, mantan Irjen Kemhan Laksamana Madya TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf, mantan Panglima Kodam Jaya Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Sutomo, dan Letnan Jenderal TNI (Purn) Anto Mukti Putranto, mantan Panglima Komando Daerah Militer II/Sriwijaya.

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan bahwa hubungan PKB dengan Gerindra belakangan memang semakin lengket. Gus Jazil bahkan mengibaratkan hubungan PKB-Gerindra saat ini bak lebah dan bunga yang saling menguntungkan untuk menghasilkan ”madu”.

Tidak hanya hubungan antar pengurus di tingkat pusat, namun sudah terjalin hingga kepengurusan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“PKB memang sedang bekerja sesuai dengan pertemuan antarstruktur, baik provinsi maupun cabang. PKB Gerindra hari-hari ini ya bekerja sama bareng-bareng juga. Makin lengket,” katanya.

Jazilul menegaskan bahwa hal terpenting dari kerjasama yang dijalin antara PKB dengan Gerindra adalah hubungan yang saling menguntungkan. Soal siapa nanti yang akan diusung sebagai capres maupun cawapres akan dibicarakan lebih lanjut oleh elite kedua partai.

Sementara itu, Prabowo dalam sambutannya mengatakan sengaja mengajak para kerabatnya senior TNI dengan alasan dirinya grogi hadir di tengah ”emak-emak” Fatayat NU.

“Karena saya grogi, saya undang beberapa jenderal senior untuk mengawal saya,” kelakar Prabowo sambil mengenalkan sejumlah nama jenderal yang mendampinginya.

Prabowo semula bertanya-tanya mengapa Fatayat NU mengundang dirinya selaku Menhan di acara Kongres Fatayat NU. Prabowo pun akhirnya menemukan jawabannya bahwa para perempuan memiliki kewajiban untuk ikut membangun bangsa dan menjaga keselamatan bangsa dan negara.

“Emak-emak ini ikut berkewajiban, bertanggungjawab atas keselamatan bangsa dan negara Indonesia. Dan ini juga sangat logis, kenapa? Karena emak-emak karena ibu-ibu sebagai kaum perempuan adalah yang melahirkan generasi penerus, kaum ibu melahirkan, mendidik, dan membesarkan generasi penerus kita,” tuturnya.

Dikatakan Ketua Umum Partai Gerindra itu, jika kaum perempuan Indonesia lemah, berarti akan melahirkan anak-anak yang lemah pula.

“Berarti generasi penerus akan lemah, berarti bangsa kita akan lemah, dan kita mengerti di dunia sekarang ini bangsa yang lemah adalah bangsa yang akan dijajah oleh bangsa lain, bangsa yang diijak-injak bangsa lain, kekayaannya akan dicuri bangsa-bangsa lain,” katanya.

Prabowo juga mengapresiasi peran besar NU dan Fatayat yang sangat besar menentukan dalam menciptakan kerukunan dan kedamaian di Indonesia.

“Kita bersyukur punya Nahdlatul Ulama yang begitu besar dan begitu berpengaruh yang dipimpin oleh para pemimpin yang arif dalam mewujudkan perdamaian. Kita bersyukur Nahdlatul Ulama kita yakini sebagai pilar stabilitas di Republik ini. Pengabdiannya yang luar biasa untuk Indonesia sejak dulu hingga saat ini,” katanya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya