Berita

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto/Net

Politik

Survei Indopol: Elektabilitas Prabowo Turun, Tapi Popularitasnya Geser Ganjar dan Anies

JUMAT, 15 JULI 2022 | 15:36 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, jadi tokoh yang lebih populer di publik dibandingkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, maupun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Hal itu tercatat dalam hasil temuan Indopol Survey yang dilakukan per 24 Juni hingga 1 Juli 2022.

Direktur Eksekutif Indopol Survey, Ratno Sulistiyanto menuturkan, meskipun elektabilitas Prabowo untuk menjadi calon presiden turun sebesar 6,01 persen, namun dari segi popularitas Ketua Umum Partai Gerindra itu menduduki peringkat pertama.

"Meskipun tren elektabilitasnya turun pada survei Juni 2022 ini, Prabowo Subianto masih merupakan figur yang memilik tingkat popularitas tertinggi dari semua calon presiden yang ada yakni sebesar 91,43 persen dengan tingkat kedisukaan sebesar 82,03 persen,” kata Ratno dalam keterangannya secara virtual, Jumat (15/8).


Urutan kedua ada Anies Baswedan sebesar 85,85 persen, dan tingkat kedisukaan sebesar 84,42 persen. Kemudian di posisi ketiga ada Sandiaga Sholahuddin Uno sebesar 83,58 persen, dan tingkat kedisukaan sebesar 87,35 persen.

"Posisi keempat Ganjar Pranowo sebesar 77,80 persen, dengan tingkat kedisukaan sebesar 89,03 persen. Posisi kelima Puan Maharani sebesar 71,30 persen, dengan tingkat kedisukaan sebesar 58,04 persen. Sementara nama lainnya tingkat popularitasnya di bawah 70 persen,” tutup Ratno.

Indopol Survei menggunakan metodologi multistage random sampling dalam melakukan survei ini. Melakukan wawancara langsung terhadap 1.230 responden dari usia 17 tahun ke atas, pada 24 juni hingga 1 juli 2022 lalu dengan margin of error kurang lebih 2,8 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya