Berita

Deputi Program International Centre for Islam and Pluralism (ICIP), Fahmi Syahirul Alim/Net

Politik

Indonesia 2045 dan Arah Baru Pendidikan Nasional

OLEH: FAHMI SYAHIRUL ALIM*
KAMIS, 14 JULI 2022 | 12:25 WIB

BEBERAPA waktu yang lalu lembaga survei Indikator merilis temuan bahwa lebih dari 75 persen warga puas atas kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Hasil temuan tersebut berdasarkan hasil wawancara terhadap 1.520 responden di seluruh Indonesia pada 7 hingga 12 April 2022.

Temuan survei di atas tentu menjadi kabar baik bagi dunia pendidikan Indonesia di tengah pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya pergi. Kepuasan di atas tentu bukan semata-mata hadir secara tiba-tiba, namun melalui proses panjang dan berbagai kebijakan yang dilahirkan.

Jika dilihat dari sisi kebijakan, dari awal pandemi, Kemendikbudristek terlihat memang mengedepankan kebijakan yang betul-betul menyentuh kebutuhan masyarakat agar di masa pandemi Covid-19 kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Kebijakan tersebut seperti pemberian kuota data internet dan penggunaan dana BOS yang lebih fleksibel.


Dari hasil survey Indikator, memang dua contoh kebijakan di atas tersebut ternyata masuk dalam kategori program yang sangat bermanfaat menurut publik. Berikut rincian hasil temuan Indikator terhadap beberapa program yang sangat bermanfaat menurut public, di antaranya ialah Pembelajaran Tatap Muka dengan 42,8 persen, KIP Kuliah Merdeka 42 persen, bantuan kuota data internet 40,6 persen, BOS yang langsung ditransfer ke rekening sekolah dan semakin fleksibel penggunaannya 40 persen, dan Peraturan Menteri (Permen) Pencegahan serta Penanganan Kekerasan Seksual 33,2 persen.

Selain itu, ada juga beberapa kebijakan yang dinilai cukup bermanfaat di mata publik (responden) yaitu bantuan untuk pelaku budaya 66,1 persen, guru penggerak 65,4 persen, matching fund vokasi 64,9 persen, Sekolah Penggerak 64,7 persen, dan platform Merdeka Mengajar 63,9 persen (Indikator, 2022).

Mendukung Visi Indonesia Emas 2045


Hasil temuan Lembaga Indikator di atas  jangan sampai membuat Kemendikbudristek jumawa dan merasa cepat puas, namun paling tidak program-program inovatif dan lebih berorientasi pada kemajuan teknologi seperti platform Medeka Belajar diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendukung Indonesia Emas 2045.

Mewujudkan Indonesia pada tahun 2045 merupakan langkah permerintah dalam membangun indonesia untuk menjadi Megatrend Dunia yang semakin sarat akan persaingan yang sangat ketat.

Pemerintah dalam mewujudkan hal tersebut membangun pilar Visi Indonesia 2045 sebagai bahan acuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa demi mewujudkan indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian menjadi acuan setiap langkah pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan (Indonesiabaik.id, 2022).

Pencapaian impian dan visi Indonesia 2045 dibangun dengan empat pilar berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar berbangsa, bernegara dan konstitusi.

Empat Pilar Visi Indonesia 2045 yaitu: Pertama, pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, pembangunan ekonomi berkelanjutan. Ketiga, pemerataan pembangunan. Dan keempat, pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola kepemerintahan.

Adapun tujuan Empat Pilar Indonesia, adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Kedua, memajukan kesejahteraan umum. Ketiga, mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan keempat melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Perlu Dukungan Publik


Meski demikian, menurut temuan survey tersebut terdapat program-program yang manfaatnya dirasa besar tetapi perlu sosialisasi lebih banyak untuk meningkatkan pengetahuan warga.

Di antaranya program Organisasi Penggerak, Guru Penggerak, Bantuan dana transformasi untuk PTN dan PTS berdasar capaian IKU, Sekolah Penggerak, SMK Pusat Keunggulan, Perluasan Beasiswa LPDP, Permen PPKS, Kurikulum Merdeka, Platform Merdeka Mengajar, Pengiriman dana BOP, Revitalisasi Bahasa Daerah, Dana Abadi Kebudayaan, Program ASN PPPK, Gamelan sebagai warisan budaya takbenda dunia, UKT atau subsidi uang kuliah, Bantuan subsidi upah, Penerimaan relawan mahasiswa, dan Bantuan untuk pelaku budaya

Oleh karena itu, salah satu rekomendasi temuan survey tersebut yaitu kampanye program-program Kemendikbudristek masih sangat perlu ditingkatkan, dengan intensitas atau penekanan lebih banyak kepada program-program yang paling besar sentuhannya dengan masyarakat umum.

Ini terutama untuk meningkatkan partisipasi warga pada berbagai program tersebut. Partisipasi warga akan sangat menentukan kesuksesan program-program Kemendikbudristek (Indikator, 2022).

Arah Baru Pendidikan Indonesia melalaui program-program yang dikeluarkan oleh Kemendikbudristek di bawah kepemimpinan Nadiem Marim di atas tentu harus mendapatkan dukungan penuh dari publik agar dampaknya nyata dan merata.

Maka jika program-program unggulan di atas berhasil dan meraih dukungan penuh publik maka akan menjadi batu loncatan berharga untuk Visi Indonesia Emas 2045.

*Penulis adalah Deputi Program International Centre for Islam and Pluralism (ICIP)

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya