Berita

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno/Repro

Politik

Direktur PPI: Butuh Perjuangan Agar PPP Lolos pada Pemilu 2024

SELASA, 12 JULI 2022 | 22:42 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sejumlah partai politik masih harus berjuang ekstra untuk bisa lolos ambang batas parlemen atau Parlementary Threshold 4 persen pada Pemilu Serentak 2024.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno mengatakan, perjuangan itu bukan hanya untuk partai politik non parlemen. Tetapi, juga parpol yang kini punya kursi di parlemen.

Pada survei terbaru PPI, dikatakan Adi, PPP menjadi satu-satunya parpol yang terancam kehilangan kursi di parlemen dengan capaian elektabilitas hanya 2,9 persen.


“PPP relatif butuh perjuangan yang signifikan untuk kembali lolos pada Pemilu 2024 yang akan datang,” ujar Adi saat memaparkan hasil surveinya secara daring, Selasa (12/7).

Pada survei bertema “Hasil Survei Opini Publik Peta Politik Terkini Pilpres 2024”, jawara Pemilu 2024 diperkirakan PDIP  dengan elektabilitas 19,9 persen. Lalu Partai Gerindra 12,1 persen, dan Partai Golkar 10,7 persen.

Sementara itu, pada posisi keempat ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 9,3 persen, dan kelima ada Partai Demokrat 8,8 persen, lalu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 7,6 diurutkan selanjutnya.

Kemudian, Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 4,5 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2,9 persen, Perindo 1,9 persen, PSI 1,2 persen, Partai Gelora 0,9 persen, Partai Bulan Bintang (PBB) 0,9 persen, Hanura 0,7 persen.

"Partai Ummat 0,5 persen, Partai Garuda dan Partai Berkarya 0,4 persen, lalu Partai Masyumi Reborn 0,1 persen, dan tidak memilih 11,2 persen,” demikian Adi Prayitno.

Survei PPI ini melibatkan 1.200 responden yang tersebar di seluruh Indonesia dan diambil menggunakan metode simple random sampling. Rentang umur responden adalah minimal mereka yang berusia 17 tahun atau sudah menikah.

Survei dilakukan pada 15-29 Juni 2022, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,9 persen.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya