Berita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.Net

Politik

Elektabilitas Belum Teruji di Pemilu, Harga Tawar AHY Terlalu Mahal untuk Capres 2024

SABTU, 09 JULI 2022 | 04:54 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Sosok Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dianggap harga tawar politiknya terlalu mahal jika digadang menjadi tokoh layak calon presiden (Capres).

Demikian dinyatakan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu dini hari (9/7).

Menurut Dedi, tren elektabilitas Partai Demokrat yang meningkat belum diuji dalam proses pemilihan umum (Pemilu). Dengan demikian, kata Dedi, elektabilitas Demokrat yang saat ini dipandang tinggi, belum terkonfirmasi hasilnya di Pemilu.


"Memang AHY punya daya dongkrak elektabilitas, sehingga diperhitungkan. Hanya saja menghitung harga tawar AHY pada level Capres rasanya terlalu mahal," demikian kata Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menganalisa daya tawar politik AHY untuk diusung sebagai Capres semakin sulit. Argumentasinya, skema pemilihan di tahun 2024 mendatang tidak memungkinkan harus menunggu hasil Pemilu.

Dengan realitas politik semacam itu, tambah Dedi, posisi politik putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono itu ditempatkan sebagai Capres.
"Dengan sistem (Pemilu) serentak memungkinkan daya tawar Demokrat tetap tidak menempatkan AHY di Capres," pungkas Dedi.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya